Madinapos.com – Panyabungan.
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan panen ke 6 cabai kriting di demplot perkebunan cabai organik di Desa Pidoli Dolok Kecamatan Panyabungan Prov. Sumatera Utara, Rabu (15/6) pagi.
Bendahara HKTI Madina Ahmad Goilan (fhoto) mengatakan lahan demplot perkebunan cabai binaan organisasi ini melalui Kelompok Tani Serangkai seluas 4.000 Meter atau sekitar 2 bumbun dengan perkiraan 8.000 batang cabai,” hingga hari ini sudah 6 kali panen dengan jumlah total sekitar 500 Kg dengan harga tolak ke pengumpul harga hari ini 80 ribuan”, ungkapnya.
“Yah, ini rezeki petani cabai di bulan haji, setidaknya lelah itu terbayarkan disaat harga juga sesuai”, sebutnya.
Ketika ditanya mengapa harus demplotnya perkebunan cabai secara organik, Goilan atau biasa dipanggil Adek Tong mengatakan bahwa model pertanian organik itu sebenarnya jauh lebih baik, yang penting rajin dan telaten mengurusnya, kemudian pertanian secara organik ini membuat umur batang cabai lebih tahan lama dan tahan hama.
“Bayangin aja, di panen ke 6 ini tunas baru sudah mulai muncul kembali, kemudian tanaman ini bisa bertahan hingga 1 tahun, sementara biaya penggunaan pupuk juga sedikit hanya pupuk kandang dan sedikit campuran bahan organik lainnya”, tutupnya.
Perkebunan HKTI Madina di Pidoli Dolok Kecamatan Panyabungan seluas 3 hektar, ditanami pepaya calina 1 hektar, lainnya cabai kriting, kacang merah dan tanaman palawija lainnya. HKTI Madina bekerjasama dengan Kelompok Tani Serangkai mengelola lahan tidur tidak produktik di lokasi ini. (Am)











