Madinapos – Panyabungan.
Menyikapi insident yang terus-menerus terjadi dan terus mengorbankan masyarakat, Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi mengatakan, Pemerintah Pusat perlu melakukan kajian ulang menyeluruh operasional Perusahan Panasbumi PT. Sorik Merapi Geotermal Power (SMGP) di Sibanggor ini.
Hal itu dikatakannya dihadapan sejumlah awak media usai meninjau sejumlah warga korban terdampak gas beracun di WKP PT. SMGP, Wellpad T. Terlihat mendanpingi Wakil Bupati dan Kapolres Madina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan.
” Karena kejadian yang terus berulang – ulang, kami dari Pemkab Madia berharap agar Pemerintah Pusat perlu melakukan kajian ulang apakah Perusahan ini dihentikan atau bagaimana, karena hari ini telah 21 orang korban dirawat, mudah-mudahan bisa ditangani dengan baik,” ucap Sukhairi.
Ia juga mengatakan Pemerintah Daerah tidak mempunyai kewenangan untuk mencabut dan menghentikan aktivitas perusahan itu,” makanya kita desak pemerintah pusat agar melakukan sesuatu, ini sudah berulang kali terjadi, tentu karena ada yang bermasalah hingga hal seperti ini terus terjadi dan mengorbankan warga kita”, sebutnya dengan nada tinggi.
” Sekali lagi, kita dari Pemerintah Daerah tidak mempunyai kewenangan untuk mencabut dan menghentikan aktivitas perusahan itu, bola ada ditangan Pemerintah Pusat,” katanya tegas.
Kemudian ditempat yang sama, Kapolres Madina AKBP Reza Chairul Siddik, SIK, MH menambahkan agar masyarakat disekitar WKP tetap tenang dan kondusif.
” Saat ini personel polres Madina sedang melakukan evakuasi apakah masih ada tambahan korban yang lain, sembari meminta pada pihak Perusahaan agar sumur itu ditutup dulu, dan saya berharap agar masyarakat tetap tenang sehingga tidak menimbulkan masalah yang baru”, paparnya.
Diketahui, Akibat Gas beracun berbau busuk itu, mengakibatkan 21 orang warga dilarikan ke RSUD Panyabungan karena mengalami gejala sesak napas, sakit kepala, mual, muntah, perut mules dan bahkan ada yang tidak sadarkan diri. (Suaib)











