Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

BBM Jenis Solar Langka, Timbulkan Antrian Panjang di SPBU Sibuhuan


					BBM Jenis Solar Langka, Timbulkan Antrian Panjang di SPBU Sibuhuan Perbesar

Madinapas.com – Padang Lawas.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar membuat antrian truk, bus dan kendaraan bermotor bermesin diesel lainnya mengular di SPBU di Kabupaten Padanglawas (Palas), sejak dua hari belakangan ini.

Antrian kendaraan terlihat di SPBU Sibuhuan, Kecamatan Barumun dan Huta Lombang, Kecamatan Lubuk Barumun mulai Kamis (24/3/2022) malam. Pihak Polres Palas terus melakukan pemantuan disekitar lokasi SPBU untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dan ganguan lalu lintas umum.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, antrian kenderaan ini merupakan imbas dari ketersediaan stok bio solar di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Padanglawas (Palas) yang sering habis.

Kapolres Padang lawas, AKBP Indra Yanitra Irawan SIK MSi melalui Kanit I Pidum Iptu Ahmad Bani S.SH kepada media ini saat melakukan pemantauan di SPBU Nomor: 14.227 .309, (Hj Istana) di Jalan KH, Dewantara lingkungan VI Kelurahan Pasar Sibuhuan Juma’at (25/03) mengatakan, antisipasi kelangkaan bio solar di sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Palas, terus dilakukan patroli rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum.

“Sejak dua hari ini terjadi kelangkaan bio solar mulai kemarin hingga hari ini, Jumat (25/3/2022) malam sehingga berdampak mengular kendaraan untuk mengisi bahan bakar rela antrian menunggu pasokan BBM yang disuplay oleh Depot Pertamina Sibolga,” katanya.

Seorang sopir truk T Pulungan (46) warga Kecamatan Sosa Timur menuturkan, kondisi ini terjadi sejak dua hari lalu. Stok bio solar yang dimiliki sejumlah SPBU terbatas sehingga cepat habis,”Bio Solar dua hari ini mulai langka. Kondisi ini merata di sejumlah daerah beberapa hari lalu, saya dari Kecamatan Sosa Timur tidak dapat solar. Semua SPBU disepanjang jalan Ki Hajar Dewantara Sibuhuan dan Jalinsum lintas Sosa -Hutaraja Tinggi kehabisan solar,” katanya.

Dia mengeluhkan minimnya stok bio solar di SPBU. Sebab kondisi ini sangat berpengaruh pada pekerjaannya kami selaku sopir truk,”kalau tidak ada bio solar, mau berangkat kerja ya tidak bisa. Kalau mobil (truk) tidak bisa beroperasi mengangkut material dan lainnya ke daerah tujuan yang akan diantar seperti Rokan Hulu,” ungkapnya.

Sopir truk lainnya, M Sukri Daulay (41) warga Sosopan mengatakan, minimnya stok bio solar di sejumlah SPBU membuat sopir truk kebingungan. Kami para sopir angkutan umum harus mencari solar dulu sebelum berangkat ke lokasi tujuan untuk angkutan barang pesanan distrubutor dan pengusaha lainnya.

Pengawas SPBU Nomor: 14.227 .309 di Jalan Ki Hajar Dewantara Sibuhuan, Hotmartua alias Kombet mengatakan, kelangkaan ini terjadi karena di SPBU lain tidak terbagi bio solar sehingga kendaraan menyerbu.

“Jatah untuk SPBU kita seperti biasanya, setiap harinya masuk 8 KL tetapi kalau melayani semua kenderaan untuk kebutuhan bio solar tentu tidak terlayani secara keseluruhan secara maksimal,” ucapnya.(**)

Penulis : A Salam Srg.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 654 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Atika Targetkan Layanan Pasang Ring Jantung RSUD Panyabungan Beroperasi Mei-Juni Mendatang

5 Maret 2026 - 12:58

Masyarakat Antusias dan Serbu Pangan Murah TP-PKK Madina dan Koperasi Merah Putih

5 Maret 2026 - 10:52

Operasi Dini Hari di Madina, Tim Gabungan TNI Polri Sita 6 Excavator Tambang Ilegal

5 Maret 2026 - 10:07

Kades Simpang Bajole Mengaku Bersalah, Kuasa Hukum Saksi Desak Jaksa Lakukan Penahanan

5 Maret 2026 - 09:02

Rombongan Safari Ramadan Pemkab Madina Salat Tarawih di Masjid Jami’ Darussalam Kotasiantar

5 Maret 2026 - 00:03

Wakil Bupati Palas Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejari Palas

4 Maret 2026 - 22:54

Trending di Berita Daerah