Madinapos.com – Panyabungan.
Pelaksanaan Program Integrasi Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) Tahun Anggaran 2021 di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal terkesan pengerjaanya tidak berkualitas atau asal jadi saja, sehingga kuat dugaan tidak sesuai spesifikasi tekhnis untuk kegiatan tersebut.
“Ini sangat mudah dibuktikan, karena baru saja 2 bulan selesai sudah pecah – pecah”, ungkap Ketua SATMA AMPI Madina Muhammad Luthfi Nasution kepada media ini Jum’at (11/2/22).
Ia juga mengatakan sudah sepantasnya Aparat Penegak Hukum (APH) memanggil pihak terkait untuk klarifikasi kondisi bangunan tersebut,” menurut kami perlu mengaudit Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) nya, karena sejak semula kita sangat berharap bangunan dengan pagu anggran yang digelontorkan pemerintah pusat sebesar Rp. 600 juta itu berkualitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu panjang”, paparnya.
Oleh karena itu, sambungnya Satma AMPI Madina akan melakukan aksi massa menyuarakan agar pekerjaan itu ditolak atau mendesak intansi terkait melakukan proses audit investigasi atas bangunan tersebut untuk memperkirakan kerugian yang ditimbulkannya dan membebankan pengembalian kepada negara.
” Atau langsung kita desak Kejaksaan Negeri Madina memproses kasus tersebut dan mengusut seluruh pihak yang bertanggungjawab termasuk BKAD Sepakat selaku yang mengerjakan”, tutupnya.
Sebagaimana dipapan informasi bangunan Sumber Dana Pisew ini dikerjakan BKAD Sepakat, dengan Ketua Abdul Majid, namun untuk pemberitaan berimbang, awak media ini belum dapat mengkonfirmasi lebihlanjut dan akan diberitakan kemudian. (**)
Penulis : Saiful Nahdi











