Madinapos.com-Panyabungan : Para penambang emas ilegal di sungai batang natal, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal seolah olah kebal hukum, meski Bupati Mandailing Natal H.M.Ja’far Suheri Nasution telah memerintahkan agar aktifitas penambang emas di daerah aliran sungai ( DAS ) batang natal dihentikan karena telah merusak ekosistem sungai, namun perintah itu tidak di terge sama sekali. Aktifitas penambang emas itu sampai hari ini masih berjalan seperti biasa.
Pantauan Madinapos di lokasi, aktifitas penambangan emas DAS sungai batang natal dan sekitarnya berjalan 24 jam, mereka melakukan aktifitas penambangan dengan menggunakan alat berat dan merusak bantaran sungai untuk mencari butiran emas. Dampaknya sendiri, air sungai batang natal selama bertahun tahun telah keruh dan berlumpur.
Pasilititas umum seperti Jalan dan jembatan dirusak tanpa ada rasa takut para pelaku tambang ini.
Kapolres Mandailing Natal AKBP. Horas Tua Silalahi yang dikonfirmasi Senin 13/12/2021 lewat WhatsApp terkait apa kendala penertipan para penambang dan apa tanggapan seputar permintaan Bupati agar penambang di tertipkan polisi. Kapolres nampaknya memilih tak berkomentar demikian juga Kapolsek Batang Natal yang merupakan wilayah terparah aktifitas penambangan emas ilegal.
Meski Wawancara lewat WhatsApp itu ada tanda baca, namun tidak di balas oleh Kapolres AKBP.Horas Tua Silalahi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jum’at lewat 10/12/2021, Bupati Mandailing Natal H.M.Ja’far Suheri Nasution turun langsung ke lokasi tambang di DAS batang natal, pada kesempatan itu Bupati meminta agar aktifitas penambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat di DAS batang natal dihentikan karena telah merusak daerah aliran sungai, selain itu Bupati juga mengaku bahwa aktifitas tambang emas ilegal di Batang Natal bukan lagi alasan cari makan, melainkan cari kaya, Bupati juga mengancam apabila tidak dihentikan maka Polisi diharapkan bertindak tegas.
Dalam kunjungan itu, Bupati juga memanggil para toke toke tambang ke wilayah Simpang Gambir lewat Camat dan Lurah untuk mensosialisasikan dampak aktifitas yang dilakukan penambang, namun pada hari itu, tak satupun penambang yang hadir, para penambang beralasan lagi bekerja di lapangan.

Aktifitas pertambangan emas ilegal dengan menggunakan alat berat di DAS batang natal memang sudah meluluh lantakkan sepanjang DAS batang natal, bertahun tahun, kondisi ini dibiarkan saja sampai aktifitas penambangan semakin membesar, parahnya aktifitas itu berlangsung di sepanjang sungai yang berada di pinggir jalan raya Batang Natal menuju Natal.
Diperkirakan ratusan alat berat beroperasi di wilayah Batang Natal, selain merusak DAS, aktifitas penambangan juga telah merusak hutan yang ada di sekitar Batang Natal.
Reporter : Hanapi / red











