Berita Daerah

Bupati Tapsel Apresiasi Petani Kopi Desa Paranjulu Sipirok

Madinapos.com – Sipirok.

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Dolly Pasaribu, S.Pt, MM, mengapresiasi para petani kopi jenis Arabika yang berada di Desa Paranjulu, Kecamatan Sipirok. Menurut Dolly, sebagai komoditi utama di daerah itu, kopi dapat menarik perhatian wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah sehingga nanti diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mohon untuk Bapak/Ibu semua, ketika orang (wisatawan) datang, sambutlah dengan sikap yang ramah dan senyuman,” ujar Dolly di acara pengembangan desa agrowisata kopi Arabika di Desa Paranjulu, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Rabu (7/4).

Tak hanya itu, Dolly juga berpesan agar masyarakat setempat mau terbuka, selalu menunjukkan sikap bersahabat dan ramah saat menyambut para tamu yang ingin belajar tentang kopi. Kemudian, Dolly mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan kebersihan di Desa Paranjulu. Sebab jika nanti Desa Paranjulu sudah dinobatkan menjadi desa agrowisata, pastinya akan banyak mengundang wisatawan.

“Dan ketika orang (wisatawan) sudah banyak yang datang, maka orang akan bercerita bagaimana kondisi di Desa Paranjulu,” imbuhnya.

Misalkan, kata Bupati, kalau wisatawan melihat Desa Paranjulu itu kotor serta semrawut, masyarakat tidak ramah tentu akan membawa citra yang tidak baik bagi masyarakat setempat. Untuk itu, Bupati berpesan agar sering gotong royong dan bermusyawarah guna meningkatkan agrowisata kopi di Desa Paranjulu dikenal tidak hanya di Kabupaten Tapsel, namun hingga mendunia.

“Diharapkan, nantinya setelah pandemi Covid-19 berakhir, orang akan datang berduyun-duyun ke Desa Paranjulu ini,” harapnya.

Bupati mengaku, terus mengupayakan hasil yang terbaik untuk peningkatan komoditi kopi Arabika yang ada di Tapsel termasuk di Desa Paranjulu. Bupati ingatkan Kepala Desa Paranjulu agar perhatikan komposisi penggunaan dana desa, dengan persetujuan bersama masyarakat, untuk memperhatikan aktivitas masyarakat dalam pengembangan desa tersebut.

“Pak Kepala Desa, tolong perhatikan suara dari masyarakat yang Bapak pimpin. Tentulah dalam hal ini, Pemkab Tapsel melalui Dinas Pertanian akan banyak berdiskusi dengan petani kopi Desa Paranjulu ini,” beber Bupati.

Sebelumnya Ketua Forum Pemuda Peduli Sipirok Narobi (FPPSN) Indra Muda Siregar mengatakan, hari ini kita akan menanam bibit kopi Arabika di lahan milik masyarakat seluas kurang lebih 20 hektare, yang akan memuat minimal 20.000 batang kopi Arabika.

Sedangkan semua kopi dan lahan ini merupakan hasil kerja masyarakat Desa Paranjulu selama beberapa bulan terakhir yang dikelola dengan sistem kelompok tani, dan kelak hasilnya akan diperuntukkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, terang Dolly

Disamping itu, Indra juga menerangkan, bahwa agrowisata kopi di Desa Paranjulu ini merupakan pilot project dari Forum Pemuda Peduli Sipirok Narobi (FPPSN), dan FPPSN ini merupakan sebuah lembaga nirlaba di sejumlah organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa, organisasi profesi, dan asosiasi pengusaha yang ada di wilayah Sipirok-Narobi.

“Pada mulanya, FPPSN bercita-cita untuk mengembangkan sebuah sentral produksi kopi yang dimana masyarakat sebagai subjek sekaligus objek dari pengembangan tersebut, kemudian rencana itu berkembang dengan munculnya konsep mengintegrasikan kopi dengan pariwisata, sehingga menghasilkan apa yang kami sebut agrowisata kopi.”

Oleh karena itu kami berharap, agar pemerintah daerah dapat memberikan kemudahan kepada Desa Paranjulu untuk mengelola dan memanfaatkan dana desa yang diterima guna meningkatkan pengembangan Desa Paranjulu sebagai Desa Wisata di Kabupaten Tapsel. (Sayuti)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts