Berita Daerah

Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Terpaksa Beli Dengan Harga Tinggi

Madinapos.com – Siabu.

Saat musim tanam seperti ini, petani dari berbagai wilayah di Kecamatan Mandailing Natal mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi, sehingga terancam tanaman padi mengalami kerusakan namun bagi petani lainnya terpaksa membeli dengan harga tinggi, “sudah barangnya langka harga pun di atas HET pemerintah”. ungkap salah seorang petani dari Desa Sinonoan Kecamatan Siabu, Gontar Lubis yang akrab dipanggil Tuan Pandeken,
Sabtu (20/2).

Warga Desa Sinonoan ini menyampaikan keluh kesah penderitaan petani di Kecamatan Siabu dimana kelangkaan pupuk bersubsidi diprediksi berdampak mengurangi pendapatan hasil panen nantinya dan yang pastinya jikapun pupuk bersubsidi datang namun terlambat, petani juga harus menebus dengan harga di atas het pemerintah.

Gontar juga berharap intansi terkait dapat menyelidikinya,” kami sangat mengharapkan kehadiran pemerintah, jangan sampai ada mafia pupuk, karena ini sangat merugikan petani”, tutupnya.

Ditempat yang sama Abdurrahim Lubis menyebutkan kelangkaan pupuk mengancam gagal panen dan para petani akan mengalami kerugian besar, namun terpaksa juga harus dibeli karena padi sudah tertanam,” dahulu harga pupuk urea bersubsisi satu sak Rp.100.000/50kg, namun harga kali ini naik jenis yang sama dengan harga Rp 130.000/50kg, jadi benarlah sudah mahal langka lagi”, tutupnya.

Ditempat terpisah, Erwin Nasution salah seorang petani pupuk dari Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat juga mengeluhkan hal yang sama. Ia menyebutkan kelangkaan pupuk bersubsidi membuat rumpun padi sedikit dan mengecil, sementara untuk membeli pupuk sejenis seperti urea yang lazim untuk pertanian non subsidi harga terlalu mahal,” ini sudah 2 minggu usia tanam namun kelangkaan pupuk menyebabkan kami terlambat dan bentuk tanaman kuran sempurna”, katanya.

Dimintai pendapatnya salah seorang mahasiswa STAIN Madina Ali Munawir Nasution yang juga menjadi petani muda dari Desa Sirambas mengatakan persoalan kelangkaan pupuk menjadi hal yang sangat urgen untuk diperhatikan, karena akibat kelangkaan pupuk akan berdampak ke yang lainnya,” persoalan  pupuk ini pemerintah daerah seharusnya cepat tanggap karena ini merupakan persoalan yang urgensi bagi masyarakat Madina yang mayoritas melanjutkan hidup di dunia pertanian”, katanya.

“DPRD Mandailing Natal juga saya ajak untuk turun kelapangan menjumpai masyarakat petani agar persoalannya bisa diketahui,  menurut kami itu lebih baik dari pada petani yang nantinya datang ke kantor Wakil Rakyat untuk menyampaiman asprasi ini, terlebih ini masih dimasa pandemi, namun tolong diperhatikanlah”, tutupnya.

Sementara itu awak media ini juga akan mencoba menelusuri persoalan kelangkaan pupuk ini kepenyedia atau instansi terkait untuk keseimbangan berita yang akan dimuat kemudian. (Adanan/Ridwan)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts