Peristiwa

Tindakan PT. SMGP Pasca Insiden 25 Januari, Sosialisasikan Kondisi Terkini Kepada Masyarakat

Madinapos.com – Mandailing Natal.

Pasca insiden Welltes 25 Januari 2021 lalu, PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) telah menindaklanjuti penyelesaian masalah kemanusiaan yang timbul diantaranya penanganan dampak sosial dan kemanusiaan yang dimulai dari pemberian santunan dan bantuan paket sembako, pemeriksaan kesehatan, pemasangan alat deteksi H2S serta melakukan inspeksi lokasi dan inventarisasi aset serta sosialisasikan kondisi terkini kepada masyarakat.

Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP Eddiyanto menjelaskan rangkuman tali kasih perusahaan kepada masyarakat yang terdampak musibah mulai dari pernyataan belasungkawa, santunan hingga ditindaklanjuti pemasangan alat deteksi H2S serta pernyataan bahwa lokasi aman dari H2S,” Perusahaan telah melibatkan seluruh elemen masyarakat desa sekitaran area kerja perusahaan dan aparat keamanan negara untuk mengetahui dan ikut mengawal kegiatan pasca musibah beberapa waktu lalu”, ungkapnya saat berlangsung sosialisasi di Base Camp perusahaan Desa Purba Lamo Kecamatan Lembah Sorik Marapi. Kamis (17/02/21).

Sosialisasi ini diikuti Kepala Desa dan aparat desa, BPD, Naposo Nauli Bulung, Hatobangon dan tokoh agama dari 6 desa yaitu Desa Sibanggor Julu, Sibanggor Tonga, Sibanggor Jae, Hutanamale, Hutalombang dan Purba Lamo. Turut hadir Kapolsek Kotanopan AKP Indra mewakil Kapolres Madina dan Komandan Koramil Kotanopan Kapten Inf Anahar Jusar mewakili Komandan Kodim 0212 Tapanuli Selatan.

” Untuk memantau kondisi udara, pihak perusahaan telah memasang alat detektor dan terpasang tersebar di 6 titik serta sudah berfungsi dengan baik dan berdasarkan hasil pantauan dari sensor tersebut disebutkan area aman atau tidak ada terdeteksi H2S”, tambahnya.

Sementara itu sambung Eddyanto, Inventarisasi juga telah dilakukan terhadap PLTP Unit 1 terdiri dari fasilitas lapangan uap, fasilitas pembangkit listrik dan fasilitas pendukung,” kemudian inventarisasi pengeboran yang termasuk gudang penyimpanan di basecamp, Kaishan-1 Rig dan Rig PRA dan peralatan perusahaan jasa layanan dan ketiga konstruksi yang akan memobilisasi peralatan dan alat berat, pemeriksaan alat dan kelistrikan serta perbaikannya, perbaikan pagar dan penambahan pos keamanan, pembersihan dan pasokan air bersih”, jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Sibanggor Julu Awaludin ditemui dilokasi sosialisasi mengatakan sangat menghargai itikad pihak perusahaan karena sudah melibatkan bukan hanya aparat desa namun tokoh masyarakat, tokoh agama dan Naposo Nauli Bulung dalam sosialisasi, karena semua unsur di desa telah dilibatkan dan menilai itu langkah tepat, “harapan kami selanjutnya adalah perhatian perusahaan terhadap warga yang masih khawatir untuk turun keladang”, ungkapnya.

Begitu juga dengan Kepala Desa Sibanggor Tonga Mulyadi yang turut hadiri acara tersebut berharap ke depan perusahaan supaya lebih berhati-hati terhadap potensi bahaya yang diperkirakan muncul dari proyek panas bumi ini,” saya pikir perusahaan harus lebih mampu menjaga potensi bahaya yang ditimbulkannya dan sosialisasi itu sangat penting sehingga masyarakat lebih memahami kondisinya dan lebih waspada terhadap marabahaya”, ujarnya.(Suaib)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts