Sosial

Warga Terlantar Diantarkan Anggota DPRD Madina Berserta Ketua dan Sekretaris Partai Berkarya ke Panti Sosial

Madinapos.com – Panyabungan.

Warga terlantar bersama dua anaknya yang tidur dibawah pepohonan yang hanya beratapkan tenda plastik biru dan beralaskan tikar plastik yang sempat diposting salah seorang warga Panyabungan Kota di akun facebook, Sabtu (23/1) malam sekira pukul 20.00 wib dijemput oleh salah seorang Anggota DPRD Madina Khoirun dari Perindo bersama Ketua Partai Berkarya Salman Rais dan Sekretaris Paimatua Lubis, SH untuk diantarkan ke Panti Sosial.

Khoirun Nasution Anggota DPRD Madina mengatakan bahwa informasi ini berawal dari postingan akun facebook atasnama dedipilie,” saya bersama dengan saudara Salman Rais dan Paimatua Lubis,SH Ketua dan Sekretaris Partai Berkarya datang untuk menjemput keluarga ini dan mengantarkan untuk sementara ditampung oleh Dinas Sosial, sebelum dicarian solusinya apakah dikembalikan kepada keluarganya dan sebagainya”, ungkapnya.

“Jadi kita tidak boleh membiarkan hal seperti ini berlangsung, setidaknya ada responsibility kita untuk membantu mereka, serta kedepan harus kita perjuangkan adanya Rumah Singgah Sementara yang dikelola oleh Dinas Sosial untuk mengantisipasi kondisi seperti ini”, tambah Khoirun Nasution.

Sementara itu Salman Rais Ketua Partai Berkarya Madina mengatakan sebaiknya kita secara bersama-sama harus mengatasi persoalan sosial seperti ini,” jadi persoalan sosial seperti anak terlantar dan sebagainya bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata, namun kita juga dapat membantu mereka diantaranya menyediakan tempat tinggal sementara dan membantu mencarikan kerja bagi mereka, namun untuk anak-anaknya dicarikan orang tua asuh”, ungkapnya.

Warga terlantar benama Sangkot Siregar mengaku berasal dari Desa Tor Banua Raja Kecamatan Panyabungan Utara bersama dua anaknya tersebut mengatakan mereka harus terlunta-lunta seperti ini dikarenakan tidak memiliki tempat tinggal setelah gubuk yang mereka huni selama ini diminta oleh pemiliknya dan terpaksa harus keluar dan terlantar. Sementara suaminya pergi kekampungnya dijemput keluarganya.

“Sudah seminggu ini kami harus tidur dialam terbuka seperti ini karena gubuk yang biasa kami tempati diminta pemiliknya, dikarenaka tidak ada tempat maka kami tidur sementara seperti ini”, ungkap ibu Siregar bersama anaknya Ardiansyah (9) dan Sakira (3,5).

Setelah diantarkan ke Kantor Dinas Sosial Madina, Pegawai Dinas Sosial akhirnya mengantarkan ibu Sangkot Siregar dan menerima mereka di Panti Asuhan Siti Aisyah, juga terlihat pegawai Dinas Sosial tersebut memberikan pakaian kepada ibu Sangkot beserta kedua anaknya. (Alq).

loading...

Komentar Facebook

Related Posts