Desa Kita

Tanggul Irigasi Rusak, 3 Tahun Sawah di Pakantan Terlantar, Warga Berharap Pemerintah Memperbaiki

Madinapos.com – Panyabungan.

Akibat dua titik tanggul irigasi sepanjang 25 Meter Saba Incat Desa Huta Julu yang mengalami kerusakan akibat terjangan longsor sejak tiga tahun lalu, kurang lebih 30 hektar lahan persawahan warga di Kecamatan Pakantan Kabupaten Mandailing Natal ini tidak terairi sehingga kegiatan persawahan lumpuh total. Warga berharap pemerintah dapat memperbaiki sehingga aktivitas warga dipersawahan kembali normal.

Hal ini disampaikan Arfan Ardi salah seorang warga kepada Madina Pos Senin (20/04/2020). Arfan menceritakan awalnya pada saat itu hujan turun cukup lebat, tebing yang ada dilokasi tanggul itu longsor, material tanah longsor menyeret bangunan irigasi tua itu hingga jatuh ke sungai dan mengakibatkan pasokan air kesawah terputus.

“Bahkan untuk pasokan Air Bersih ke Masjid Desa Huta Padang pun terganggu, warga hanya bisa memperbaiki seadanya agar air tetap mengalir namun tidak bisa maksimal”, tambahnya.

Arfan juga menjelaskan bahwa pada saat terjadi bencana banjir bandang beberapa hari lalu, terkait rusaknya tanggul dan jaringan irigasi ini telah dikeluhkan warga kepada Sekretaris Daerah yang hadir melakukan peninjauan, untuk itu kami sebagai petani sangat berharap pemerintah daerah dapat memperbaiki tanggul jaringan irigasi tersebut”, tutupnya.

Pantauan media ini, saluran irigasi yang rusak tersebut telah diupayakan warga secara swadaya dengan memasang saluran irigasi yang terbuat dari papan dilapis plastik agar air mengalir, namun berdasarkan penuturan warga hal ini tidak dapat maksimal karena papan bisa saja sewaktu-waktu pecah atau plastik koyak mengakibatkan air tumpah dan pasokan air kembali terputus (seperti yang terlihat pada gambar).(Syahren)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts