Berita Daerah

Forkopimda Madina Himbau Perantau Tunda Mudik

Madinapos.com – Panyabungan.

Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui rapat dengan Forkopimda dan TGTPP Covid-19 Madina akhirnya mengambil keputusan untuk menghimbau perantau asal Madina diberbagai daerah untuk mengurungkan niat atau menunda mudik tahun 2020 ini. Hal tersebut dikaitkan dengan upaya pemutusan mata rantai penyebaran Corona Virus Desease yang hingga kini terus diperketat dan himbauan pemerintah agar masyarakat menunda mudik.

Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution selaku Ketua TGTPP Covid-19 Madina mengatakan bahwa keputusan untuk menghimbau perantau, sanak famili dan mahasiswa  untuk menunda mudik tahun ini adalah keputusan yang sangat berat bagi mereka, karena cukup dipahami mudik lebaran bersama keluarga adalah tradisi rutin setahun sekali dan sangat dinantikan keluarga dikampung halaman.

“Kami dari Forkopimda ada Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi Sik, Dandim 0212/TS yang diwakili oleh Danramil 13/Pyb Kapten Inf Abdul Kodir Harahap, Kajari Madina, Ketua Pengadilan Negeri Panyabungan dan unsur Forkopimda lainnya tentunya sangat mengharapkan tahun ini kita dapat berkumpul bersama keluarga dalam suasana puasa bersama atau lebaran idul fitri, namun kita juga harus memutus mata rantai penyebaran Virus Corona ini agar semua terhindar dan situasi ini cepat berakhir”, ungkapnya dihadapan wartawan di Kantor Pemkab Madina Rabu (15/4) siang.

Ketua TGTPP Covid-19 Madina ini meminta pengertian dari semua pihak bahwa saat ini pemerintah daerah sedang berupaya keras mencegat penyebaran Covid-19 ini tidak sampai di Kabupaten Mandailing Natal dengan memperketat akses masuk warga dan bahkan hingga ketingkat desa,” saya juga minta maaf karena kondisinya seperti ini, kami dari pemerintah daerah harus bertindak tegas dengan menggalakkan kegiatan pencegatan diperbatasan Kabupaten, perbatasan kecamatan hingga perbatasan desa dengan melakukan tindakan sesuai protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 ini”, tambahnya.

” Semua tindakan petugas kita ini kami harapkan dapat dimengerti sebagai dari upaya kita untuk menghindarkan masyarakat dari Covid-19 ini, maka kami harapkan bagi semua kita dapat mematuhi himbauan pemerintah ini dan kita juga semua turut mendoakan kerisauan akibat Covid-19 ini cepat berlalu”, sebutnya.

Bupati juga menggambarkan bagaimana tindakan dari petugas dilapangan dalam penanganan warga tiba harus melaporkan diri terlebih dahulu kepada posko untuk pendataan, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan laporan riwayat perjalanan, isolasi 14 hari dan harus menjalankan serangkaian tes dan pengawasan,” kami tentunya tidak ingin berprasangka bahwa keluarga kami yang datang tidak sehat, namun kami tentunya sangat khawatir selama diperjalanan virus ini tidak sengaja terbawa dan terkena kepada keluarga kita disini dan akhirnya menyebar luas, ini yang ingin kita hindari”, ungkapnya.

“Pada kesempatan ini kami mengharapkan kepada para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Mandailing Natal untuk melaporkan siapa saja yang akhirnya mudik, sehingga harus dicek kondisinya, karena bisa saja di tempat asal dia tidak ada gejala ternyata di jalan dia terpapar sehingga membawa penyakit ini, untuk itu semua ini tidak akan bisa kami lakukan tanpa adanya dukungan dari para Kepala Desa, Camat dan masyarakat Mandailing Natal, untuk itu kita harus tenang dan terus bekerja sama,” harap Dahlan Hasan.

Juga disampaikan informasi bahwa Forkopimda Mandailing Natal sedang mengupayakan tersedianya alat pendeteksi suhu tubuh guna mendeteksi para jemaah yang mau melaksanakan sholat taraweh pada bulan Ramadhan dan juga Idul Fitri nantinya. (Syahren)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts