Berita Daerah

Dampak Covid-19, 161 Warga Binaan Lapas Salambue Kota Padangsidimpuan di Keluarkan

Madinapos.com – Padangsidimpuan.

Sebanyak 161 Narapidana (Napi) warga binaan lapas kelas IIB Salambue kota Padangsidimpuan mendapat Asimilasi atau melanjutkan masa tahanan dirumah.  Warga binaan ini keluar dari Lapas sesuai keputusan Kemenhumkam guna mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di lingkungan lapas.

Informasi data yang diperoleh dari Lapas kelas IIB Salambue, bahwa jumlah warga binaan per April 2020 sebanyak 797 orang, dengam rincian narapidana laki – laki berjumlah 787 orang dan narapidana wanita berjumlah 10 orang.

Kepala Lapas kelas IIB Salambue Kota Padangsidimpuan Robinson Paranginangin yang didampingi wakil kalapas J. Simanjuttak pada Selasa (14/4/2020) mengatakan, bahwa 161 warga binaan yang bebas tersebut itu juga telah mendapatkan hak integrasi dan asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Jadi per bulan April ini kita baru memberikan hak asimilasi kepada napi baru berjumlah 161 orang dan hak asimilasi ini bisa akan bertambah lagi diberikan kepada napi lainnya sampai bulan Desember nanti sesuai dengan prosedurnya.” ucap Robinson.

Dijelaskannya, bahwa pada dasarnya semua Narapidana dapat diberikan asimilasi, kecuali bagi narapidana yang terancam jiwanya atau yang sedang menjalani pidana penjara seumur hidup.

Berdasarkan pasal 44 ayat 1 permenkumham nomor 3 tahun 2018 narapidana yang mendapatkan hak asimilasi harus memenuhi syarat, adapun syaratnya yaitu, berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin, aktif mengikuti program pembinaan dengan baik dan telah menjalani 1/2 (satu perdua) masa tahanan.

Kemudian narapidana yang mendapatkan hak asimilasi ini sebagai jaminannya, mereka membuat surat pernyataan yang diserahkan kepada pihak lapas dan diketahui pihak keluarga. Narapidana yang telah bebas atau mendapatkan hak asimilasi ini akan tetap dipantau dan di awasi oleh pihak lapas dan kejaksaan.

“Walaupun mereka diberikan kebebasan, tetapi mereka tetap kita pantau dan awasi, apakah mereka benar – benar bisa berkelakuan baik, jika para napi ini berkelakukan buruk, maka akan di lakukan penagkapan dan dikembalikan lagi kelapas, kemudian akan di isolasikan” tegas Robinson

Artinya hak asimilasi dan integrasi para narapidana itu dapat dicabut bila narapidana kedapatan melakukan kejahatan.

Para narapidana yang mendapatkan hak asimilasi ini terus dipantau.
Meskipun para napi ini diberikan kebebasan bukan berarti mereka bisa bebas keluar rumah apalagi keluar daerah, mereka itu menjalankan masa pidananya di rumah.

Kemudian untuk pencegahan penyebaran virus Corona di wilayah lapas kelas IIB Salambue, pihak lapas melakukan sterilisasi kepada seluruh pegawai lapas dengan melakukan cuci tangan setiap masuk lapas, penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk.

Selain itu untuk sementara tidak ada kunjungan keluarga bagi warga binaan yang masih didalam Lapas.

Kemudian mengenai kesehatan para narapidana yang masih menjalankan masa tahanan didalam lapas, Robinson mengatakan, selama adanya pandemi virus Coron ini para napi didalam lapas dalam keadaan sehat.

“Kita ada dokter khusus yang memeriksa kesehatan warga binaan, sejauh ini semua napi dalam keadaan sehat dan begitu juga situasi didalam lapas masih aman dan terkendali” paparnya. (*/Anas/Alq)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts