Madinapos.com – Batahan.
Ratusan warga terpantau media ini hingga Selasa (24/3) terjun ke Sungai Batang Laping Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal untuk menangkap ikan yang terlihat mabuk (ikan naik terlihat kekurangan oksigen) di sekitar dua lubuk larangan desa tersebut. Sungai yang berhulu dari Kabupaten Pasaman Sumatera Barat dan bermuara di Batahan ini belakangan dikabarkan tercemar limbah dan menyebabkan ribuan ikan mati mengambang, sementara dihilir ikan mulai mabuk.
Kepala Desa Batu Sondat Zulfikar Nasution mengatakan bahwa ikan di Lubuk larangan Desa Batu Sondat terlihat tidak seperti biasanya, ikannya terlihat mabuk dan menepi seperti kekurangan oksigen, melihat ini warga turun beramai-ramai ke Sungai Batang Laping ini untuk menangkapi karena jika dibiarkan ikan juga akan mati,” rata-rata ikan di sungai ini menepi dan terlihat menguap-nguap gitu kayak kurang oksigen, jadi wargapun turun ke sungai untuk menangkapi”, kata Kades.
“Saya juga ada mendapat informasi dari warga jika di hulu Sungai Batang Laping di Desa Baru Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat ikan juga banyak yang mati, mereka juga punya lubuk larangan di sana namun mungkin terlambat mengetahui dan mengapung dihanyutkan air”, lanjutnya.
Kades dan warga kepada media ini juga menyampaikan sangat menyesalkan kejadian ini karena ikan di 2 Lubuk Larangan Desa Batu Sondat tergganggu dan bahkan harus diambil sebelum waktunya,” sebenarnya kami dari Desa Batu Sondat ini sangat mengesalkan, namun karena sungai ini Hulunya di Pasaman Barat maka kita hanya bisa berharap saudara kita yang disanalah yang menyuarakan ini, seperti di Desa Baru karena mereka juga punya Lubuk Larangan yang jadi korban”, tutupnya.
Lebih jauh, awak media ini juga berangkat menuju Desa Baru yang sudah merupakan wilayah Prov. Sumatera Barat untuk mengetahui
penyebab kondisi ini, akhirnya seorang ibu bernama Srimurni yang tepat rumahnya dibantaran Sungai Batang Laping bersedia diwawancarai media ini, dijelaskannya bahwa warga setempat juga cukup resah melihat banyaknya ikan yang mati disepanjang sungai dan itu mulai terjadi di hari Minggu (21/3) sore.
“Kami mengetahuinya Minggu sore bang, ribuan ikan mati disepanjang sungai Batang Laping ini (sambil mengambil ponsel yang berisi photo ikan mati yang sempat beredar disosmed) dan kami disini beserta Wali Nagari sepengetahuan kami juga merasakan hal yang sama dengan orang bapak yang di hilir, kita juga minta harus di usut karena telah mencemari sungai kita”, tutup ibu tersebut yang mengaku juga mempergunakan air sungai ini untuk kegiatan sehari-hari.(Topen)











