Madinapos.com – Panyabungan.
Terkait Keberadaan Tambang Emas Illegal disepanjang Daerah Aliran Sungai Batang Natal yang telah membuat keruh kualitas air, kemudian adanya Oknum Cukong yang selalu mengatasnakan masyarakat, serta isu penggunaan merquri salah satu bahan kimia yang sangat membahayakan, ditambah sorotan berbagai kalangan tentang keberadaan Tambang Emas Illegal di Mandailing Natal saat ini.
M.Syawaluddin, Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara meminta Aparat penegak Hukum harus tegas menindak Oknum Cukong Tambang yang selalu mengatas namakan masyarakat tersebut,” jangan semuanya selalu mengatasnamakan masyarakat, terkadang itu hanya strategi Oknum Cukong tersebut agar dapat terhindar dari proses hukum”, ungkapnya di Panyabungan Kamis (21/11) sore.
“Penambangan yang tidak berizin sudah pasti akan banyak melabrak aturan keselamatan lingkungan, dampak kerusakan Lingkungab akibat Tambang Emas Liar yang sering menggunakan bahan kimia Jenis Mercury ( Air Raksa ) ditengarai cukup membahayakan kesehatan, makanya haruslah dilarang beredar dan pelakunya ditindak juga”, ungkapnya.
Ketua LMP Madina mengajak semua pihak harus belajar dengan sejarah kelam dunia yang pernah mencatat dampak buruk bagi kesehatan akibat terpapar radiasi Mercury yang di gunakan secara berleluasa pada masa itu,” dampaknya membawa petaka bagi generasi berikutnya, misalnya catatan sejarah pernah tertulis Tragedi Teluk Minamata di Jepang dimana akibat dampak radiasi penggunaan mercury ( air raksa ) dan para korban yang paling banyak adalah anak-anak”, paparnya.
Ketua LMP Mandailing Natal kembali menyerukan agar aparat penegak hukum dan Pemda Madina mampu dan harus tegas menindak Cukong Toke Tambang Emas Liar yang ada, menertibkan pertambangan yang telah merusak lingkungan serta brantas peredaran merquri di Mandailing Natal. (Syahren)











