Desa Kita

TPID Puncak Sorik Marapi Kunjungi Pengrajin Kayu Limbah dan Potensi Wisata Desa Sibanggor Julu

Madinapos.com – Puncak Sorik Marapi.

Tim Pelaksana Program Inovasi Desa  (TPID) Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM) mengunjungi pengrajin kreatif kayu limbah Desa Sibanggor Julu yang diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi warga. Selain itu, menelusuri potensi objek wisata desa yang dapat dimanfaatkan mendorong pengembangan ekonomi lokal.

Masitoh,  SPd Anggota TPID Puncak Sorik Marapi mengatakan di Desa Sibanggor Julu ini ada pengerajin kayu yang bahan bakunya dari limbah kayu dan diolah menjadi bentuk seni,” seperti kayu ini yang sudah merupakan limbah dapat diolah menjadi karya seni atau untuk keperluan rumah tangga dan hasil olahan tersebut cukup unik dan diminati banyak orang”, paparnya di Desa Sibanggor Julu Kamis (15/11/2018).

” Tentunya ini  bisa menghasilkan uang bagi para pengrajin dan menjadi  aset daerah di Kecamatan Puncak Sorik Marapi”, tuturnya.

Selain itu, ungkap Masitoh,” di daerah Puncak Sorik Marapi ada beberapa tempat berpotensi tempat wisata seperti rumah atap ijuk, air terjun panas dan pemandian air hangat, sayangnya belum dikelola dengan baik dan akses menuju lokasi juga masih sulit”.katanya.

Sementara Akhiruddin Camat Puncak Sorik Marapi menyampaikan wilayah puncak sorik marapi terletak di kaki gunung sorik marapi dengan luas wilayah 5,553,79 hektar, dengan jumlah penduduk 10,500 jiwa,” mayoritas  warga desa kami adalah petani, padi,sayur sayuran, jeruk manis, tanaman muda  holtikultura, gula aren dan ada juga petani belerang”, ujar Camat

“Selain itu kecamatan Puncak Sorik Marapi juga memiliki aset wisata yang unik dengan rumah panggung atap ijuk dan air terjun air panas, ada juga panatapan kawah Puncak Sorik Marapi dengan panorama keindahan alam sekitarnya “akhiri Camat.

Amir Hamzah, salah seorang warga yang menerima kunjungan TPID Kecamatan menuturkan bahwa bahan baku yang ia pakai dari limbah kayu yang terbuang atau terbawa arus sungai,” bagi saya itu sangat berharga untuk di jadikan sebagai miniatur penghias ruangan dan juga perabotan rumah tangga seperti meja bangku dan yang lainya”, ungkapnya.

“Untuk pemasaran sangat menjanjikan dengan sistem pesanan, namun terkadang kita terkendala sama peralatan karena kita masih manual, saya sangat berharap bantuan dana dari pemerintah untuk membeli peratalan yang cukup”, pintanya. (Syahren)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts