Opini

Mengapa Harga Daging Sapi Konsisten Meningkat Saat Lebaran ?

Mengapa Harga Daging Sapi Konsisten Meningkat saat Lebaran?
Oleh : Maria Trisanti Saragih

Lebaran merupakan momen yang paling dinantikan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Masyarakat yang merayakannya juga tak akan ingin merasa ketinggalan dalam memberikan hal yang terbaik di hari yang baik tersebut. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk memeriahkan hari lebaran, selain berkumpul dengan keluarga, momen lebaran merupakan momen terbaik untuk memberikan jamuan makanan istimewa. Sebagai salah satu cara merayakan lebaran, jamuan makanan juga tak terlepas dari pemenuhan kebutuhan terhadap hal-hal yang dibutuhkan.

Setiap jamuan makan istimewa saat lebaran tiba adalah daging sapi. Karena dengan keberadaan daging sapi sudah menjadi keharusan bagi setiap keluarga. Bukan berarti jika daging sapi tidak ada, bukan lebaran namanya, hanya saja daging sapi merupakan menu andalan saat merayakan hari lebaran. Menyoal harga daging sapi, setiap tahunnya daging sapi merupakan harga yang selalu meningkat.

Meskipun pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap harga daging sapi sejak jauh-jauh hari sebelum lebaran nyatanya beberapa hari menjelang hari lebaran, harga daging sapi masih juga meningkat dari hari-hari sebelumnya. Pemerintah sudah memberikan perhatian lebih mengenai harga daging sapi, dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan terhadap daging sapi tersebut, dengan cara mendatangkan sapi impor sebagai cara untuk menurunkan harga daging sapi domestik, meningkatkan produksi serta menetapkan harga yang disepakati untuk pemasaran daging sapi.

Harga daging sapi selalu meningkat setiap tahunnya sebenarnya disebabkan oleh berbagai macam alasan. Pertama, daging sapi merupakan menu makanan yang wajib untuk sebagian besar keluarga di momen lebaran tersebut. Hal ini dilihat dari jumlah kebutuhan setiap keluarga akan daging sapi pada hari lebaran minimal 1 Kg setiap keluarganya, maka apabila dihitung secara agregat jumlah permintaan terhadap daging sapi akan sangat tinggi, maka dibutuhkan penawaran daging sapi yang lebih banyak lagi untuk memenuhi permintaan daging sapi bagi setiap keluarga tersebut.

Kedua, produksi daging sapi dalam negeri masih lebih sedikit dibandingkan permintaan penduduk Indonesia terhadap daging sapi. Sebagian besar produksi daging sapi di Indonesia masih belum mampu memenuhi kebutuhan akan daging sapi masyarakat Indonesia. Sehingga pemerintah berupaya untuk mendatangkan sapi pedaging dari luar negeri untuk dijual di dalam negeri demi memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri.

Ketiga, masyarakat Indonesia sebagian besar hanya ingin mengonsumsi daging sapi hasil impor dibandingkan dengan produksi dalam negeri. Maka dari itu, impor daging sapi sudah menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan daging sapi masyarakat Indonesia. Karena impor sudah menjadi kebutuhan lagi bukan sebagai solusi tambahan.

Keempat, Impor daging sapi masih merupakan cara yang digunakan untuk keluar dari masalah kurangnya pasokan daging sapi di dalam negeri. Hal ini yang menimbulkan distorsi pasar, yang dalam artian dengan adanya impor daging sapi apabila dipengaruhi dengan adanya depresiasi nilai tukar rupiah akan berakibat terhadap peningkatan harga di dalam negeri. Jika pada awalnya impor bertujuan untuk menurunkan harga dalam negeri, namun pada kenyataannya harga yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan harga domestik.

Kelima, meningkatnya harga daging sapi juga disebabkan karena sistem transportasi saat mendekati lebaran hingga pada saat lebaran akan lebih tinggi dibandingkan dengan harga daging sapi pada hari-hari biasa. Sehingga walaupun harga ditingkat peternak masih normal namun ketika daging sapi sampai di pasar, ternyata terjadi kenaikan harga yang disebabkan karena adanya sistem pertukaran malalui transportasi yang lebih mahal pada saat lebaran dibandingkan hari-hari biasa.

Berdasarkan kelima alasan tersebut, harga daging sapi pada saat lebaran akan meningkat setiap tahunnya. Hal ini dibuktikan dengan jumlah permintaan dengan jumlah penawaran yang tidak seimbang. Meskipun harga daging sapi di tingkat peternak masih tergolong normal, namun harga akan semakin meningkat di pasar.

Kebutuhan keluarga yang terus menerus meningkat terhadap daging sapi mendorong terjadinya kekurangan penawaran daging sapi dipasar. Hal ini yang mengakibatkan harga daging sapi cepat meningkat ditingkat pembeli. Sebagian besar masyarakat merasakan wajar kenaikan harga pada lebaran, namun tak sedikit juga berharap harga daging sapi stabil dan kebanyakan berharap harga daging sapi beranjak pada harga dibawah Rp 100.000,-. Namun apabila ditinjau dari produksi yang kian hari berkurang namun disertai dengan permintaan yang sangat tinggi, harga yang ingin dicapai masyarakat maupun pemerintah tersebut, akan sulit direalisasikan tanpa adanya daya upaya dari konsumen sendiri untuk melakukan diversifikasi pangan dikala lebaran tiba juga memperhatikan kualitas daging sapi dari hulu hingga hilir, agar daging sapi yang dihasilkan dalam negeri mampu bersaing dengan daging sapi impor. **

Penulis : Maria Trisanti Saragih**Mahasiswa Magister Sains Agribisnis Institut Pertanian Bogor, S1 Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi. SMA Negeri 1 Pematangsiantar.

loading...

Komentar Facebook

Related Posts