Desa Kita

Kisruh BLT, Warga Desa Hutapuli Turun Kejalan dan Tuntut Kades Mundur

Madinapos.com – Siabu.

Ratusan warga Desa Hutapuli Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal turun kejalan berunjuk rasa dan bahkan menutup badan Jalan Lintas Sumatera hingga menimbulkan kemacetan parah. Warga tersebut menuntut Kepala Desa Hutapuli Hanafi Nasution turun atau berhenti karena dianggap penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kurang baik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari berbagai sumber, warga turun kejalan karena menganggap rapat penentuan penerima BLT tidak melibatkan BPD, begitu juga dianggap kurang transparan atau informasinya ada penambahan jumlah penerima BLT tanpa pernah dimusyawarahkan dan atau informasinya masyarakat menuntut jumlah penerima BLT ditambah, namun semua persoalan tersebut berujung tuntutan Kepala Desa mengundurkan diri.

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Siabu terlihat hadir dilokasi dan mencoba menenangkan massa dan terlihat dilakukan musyawarah di Gedung Madrasah. Namun massa yang terlihat terlanjur emosi berteriak-teriak hingga memicu kericuhan, sehingga terlihat Kepala Desa dan mediator dari Pihak Muspika Siabu terlihat tertekan.

Dalam kondisi mediasi yang penuh tekanan tersebut, Kepala Desa Hanafi Nasution diinformasikan mengambil keputusan mengundurkan diri dan surat yang ditulis tangan juga ditandatangani para saksi dari Forkopimcam selanjutnya dibacakan dihadapan warga yang terlanjur emosi.

Setelah pembacaan surat pengunduran diri, terlihat warga mulai berangsur bubar dan mencabut blokade. Sementara Kepala Desa bersama dengan Camat Siabu terlihat bergegas berjalan meninggalkan lokasi tersebut. Sementara Camat Siabu Ali Himsar Spd belum dapat dikonfirmasi media ini.

Sementara Tim Teknis Pendamping Desa Kabupaten Mandailing Natal Irwansyah, ST membenarkan bahwa Kepala Desa akhirnya memilih mundur,” kami tadi mencoba melakukan mediasi, namun suasana penuh tekanan sehingga langkah opsi pengunduran diri diambil oleh pak Kepala Desa, seharusnya kita meminta beliau menjelaskan kronologisnya namun warga terlihat kurang memberi kesempatan”, katanya. (Anan)

loading...

Komentar Facebook

Related Posts