Debat Kandidat Pilkada Dilaksanakan di Paluta, Ini Alasan KPU Madina

Madinapos.com, Panyabungan – Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Mandailing Natal (KPUD Madina) mengungkapkan sejumlah hal yang menjadi alasan penetapan lokasi penyelenggaraan kandidat pemilihan bupati dan wakil bupati Madina tahun 2024 di Hotel Sapadia, Gunungtua, Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

Ketua KPUD Madina Ikhsan Matondang mengatakan belum ada gedung yang memadai di Kabupaten Madina yang dapat dijadikan lokasi penyelenggaraan debat kandidat Pilkada Madina.

” Gedung kita di Madina ini seperti Gedung Serba Guna kurang memadai saat siaran langsung di stasiun televisi. Nantinya audio siaran langsung akan bergema atau audio suaranya tidak bagus, sehingga tidak efektif,” kata Ikhsan, Kamis (31/10/2024).

Ikhsan menegaskan, penetapan lokasi debat kandidat pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Madina merupakan hasil musyawarah dengan tim masing-masing Paslon.

Selain itu, kata dia, juga berdasarkan PKPU yang membolehkan penetapan lokasi debat kandidat di luar daerah asal tetapi masih berada di satu provinsi.

” Keputusan tersebut berdasarkan hasil musyawarah, mengingat debat kandidat ini juga disiarkan di salah satu stasiun televisi yang akan disaksikan masyarakat secara daring,” kata Ikhsan.

Sebelumnya, KPUD Madina merencanakan debat kandidat Pilkada Madina diadakan pada 14 November 2024 di Hotel Sapadia, Gunungtua, Kabupaten Paluta, Sumatera Utara.

Rencananya, debat ini akan dipandu oleh Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti.
Debat kandidat Pilkada Madina akan menghadirkan lima panelis dari Perguruan Tinggi Negeri di Kota Medan.

Dalam debat kandidat nanti, masing-masing pasangan calon (Paslon) hanya dibolehkan membawa 75 orang. Jumlah itu sudah termasuk kedua Paslon, LO, dan tim pemenangan.

Acara debat kandidat Pilkada Madina akan disiarkan secara live oleh stasiun televsi lokal Eparina dan chanel youtube KPU Madina.

Debat kandidat Pilkada Madina bertujuan memberikan informasi terkait Paslon serta visi-misi dan program kerja yang diusung. Informasi ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan pilihan. (SRN).

Paslon SAHATA Siap Mengikuti Debat Kandidat Yang Dilaksanakan KPU Madina

Madinapos, Panyabungan – Pasangan Calon (Paslon) SAHATA Saipullah – Atika nomor urut 02 mangaku siap mengikuti debat kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mandailing Natal (Madina) tahun 2024 yang dilaksanakan oleh KPU Madina.

Hal itu diungkapkan oleh Calon Bupati Madina nomor urut 02 H Saipullah Nasution kepada Media ini, ia mengatakan bahwasanya jauh – jauh hari bersama Cawabup nya telah siap mengikuti debat yang akan dilaksanakan tersebut.

” Kita Paslon SAHATA sejak jauh hari siap mengikuti debat yang akan dilaksanakan KPU Madina tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina melalui Komisioner Muhammad Yasir Nasution mengatakan debat kandidat Pilkada Madina akan dilaksanakan tanggal 14 November 2024 di Hotel Sapadia, Gunungtua, Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

” Prosesnya masih tahap persiapan. Rencananya debat kandidat ini diadakan di Paluta,” kata Muhammad Yasir Nasution, komisioner KPU Madina, Selasa (29/10/2024).

Kemudian Yasir mengungkapkan, debat kandidat Pilkada Madina akan dipandu oleh Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti serta menghadirkan lima panelis dari Perguruan Tinggi Negeri di Kota Medan.” Panelisnya ada lima dari PTN di Medan. Moderator rencananya Ray Rangkuti,” katanya.

Dalam debat kandidat nanti, kata Yasir, masing-masing pasangan calon (Paslon) hanya dibolehkan membawa 75 orang. Jumlah itu sudah termasuk kedua Paslon, LO, dan tim pemenangan.

” Tidak boleh membawa anak-anak karena sifat acara ini sudah termasuk kampanye,” tutur Yasir.

Yasir mengatakan acara debat kandidat Pilkada Madina akan disiarkan secara live oleh stasiun televisi lokal Eparina dan chanel youtube KPU Madina.

Yasir menerangkan, debat kandidat Pilkada Madina bertujuan memberikan informasi terkait Paslon serta visi-misi dan program kerja yang diusung. Informasi ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan pilihan. (SRN).

Pilkada Kondusif, KPU Kasih Penghargaan Ke Kapolres Madina

Madinapos– Panyabungan:

Atas kinerja Kapolres Mandailing Natal (Madina) dalam menjaga situasi kamtibnas Pasca pilkada dan pemungutan Suara Ulang (PSU), ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madina ucapkan Terimakasih dan berikan penghargaan, penghargaan ini diserahkan langsung oleh katua KPU Madina Fadillah Syarif beserta komisioner kepada Kapolres Madina AKBP . Horas Tua Silalahi .SIK M.Si di halaman Parkir Mapolres Madina,Rabu (07/07/21)

Ketua KPU Kabupaten Madina mengungkapkan,  pemberian penghargaan ini sebagai ucapan terimakasih kepada Kapolres dan segenap jajaran Polres Madina yang telah berhasil menjaga situasi Kamtibmas dikabupaten Mandailing Natal tetap aman dan kondusif pasca Pilkada dan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Mandailing Natal telah berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Kapolres Madina, AKBP Horas Tua SIlalahi, S.I.K, M.Si pada kesempatan ini juga menyampaikan ucapan  terimakasih kepada Ketua dan Komisioner KPU Kabupaten Madina yang telah menjalin kemitraan dan sinergitas dengan baik bersama Polres Madina serta stakeholder lainnya,semoga kedepan hal ini terus berlanjut dan semakin baik lagi,” ujar Kapolres.

Usai penyerahan penghargaan ini, Ketua KPU Kabupaten Mandailing Natal beserta segenap Komisioner, bersilaturahmi dengan Kapolres di halaman parkir Mapolres Madina ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.( Suaib )

Tujuh Anak Nyoblos Gunakan C6 Orang Lain,  Caleg Minta Bawaslu Madina Putuskan Coblos Ulang

Madinapos.com – Panyabungan.

Berusaha menggunakan C-6 (Surat Panggilan Memilih) Pemilu 2019 atas nama orang lain,  7 orang anak yang belum cukup umur akhirnya di amankan PAM TPS Kelurahan Mompang Jae dan diserahkan ke Sentra Gakkumdu Polresta Madina untuk dimintai keterangan apakah disuruh atau melakukannya sendiri.

Ketua Bawaslu Madina Joko A Budiono mengatakan bahwa ketujuh anak tersebut pada dasarnya mereka bukan peserta pemilih atau belum cukup umur atau mereka bukan pemilik C-6 tersebut, ” laporan sementara bahwa mereka bukan pemilik C-6 namun bagaimana selanjutnya tentunya masih kita mintai keterangan di Gakumdu”, tuturnya di Panyabungan Rabu (17/4)

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan media ini bahwa ketujuh anak tersebut sudah sempat menggunakan hak pilih orang lain tersebut atau mencoblos di TPS 14 Kelurahan Mompang Jae dengan jumlah suara 208 dimaksud dan hingga saat ini belum ada keputusan dari Bawaslu Madina,  apakah dilakukan pencoblosan ulang atau dibiarkan saja.

Sementara itu Maraganti Batubara salah seorang Calon Anggota Legislative DPRD Kabupaten Mandailing Natal Dapil 5 yang dihubungi media ini mengakui sudah mendapatkan informasi mengenai pencoblosan yang bukan haknya tersebut, ” kita sudah mengetahuinya,  namun kita masih menunggu inisiatif Bawaslu Madina, karena pada dasarnya mereka sudah menggunakan haknya dan suaranya tidak mungkin dibatalkan begitu saja”,ungkapnya Kamis (18/4).

“Jadi kita minta Bawaslu Madina mengambil keputusan pencoblosan ulang di TPS 14 Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal”, tegasnya.

Hal tersebut juga dikemukakan Ir. Ali Mutiara Rangkuti, MM yang pada intinya meminta Bawaslu Madina Mengambil Keputusan Coblos Ulang, ” itu perbuatan curang yang sangat memalukan dan siapapun pelakunya harus diusut tuntas dan untuk memperoleh keadilan bagi semua Caleg maka sebaiknya dilakukan coblos ulang”, ungkapnya. (Syahren)

Bawaslu Madina Awasi Penyerahan LPSDK Peserta Pemilu 2019

Madinapos.com – Panyabungan.

Jelang Pesta Demokrasi 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal menggelar acara penyampaian Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) oleh peserta Pemilihan Umum, Tim Kampanye Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dan Pengurus Partai Politik Tingkat Kabupaten Mandailing Natal. Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal hadir untuk melakukan pengawasan melekat kegiatan tersebut.

Komisioner Devisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal, Maklum Pelawi S.T, dalam keterangannya mengatakan, tujuan dari pengawasan melekat ini adalah untuk mengawasi Partai Politik yang melakukan penyerahan LPSDK sesuai ketentuan sekaligus memastikan pengawas Pemilu mendapat salinan dokumen LPSDK pada hari yang sama.

“Selain itu, pengawas Pemilu juga mencatat peserta Pemilu yang terlambat maupun Peserta Pemilu yang tidak melakukan penyerahan LPSDK serta memastikan informasi tentang penyerahan LPSDK telah disampaikan oleh KPU pada peserta Pemilu,” terangnya di Kantor KPU Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (2/1).

Lanjut dia, pengawasan ini dilakukan secara serentak oleh Bawaslu di seluruh lndonesia sesuai dengan jadwal dan tahapan. “Semoga semuanya berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan regulasi yang ada, sehingga nantinya pesta Demokrasi di Kabupaten Mandailing Natal ini dapat berlangsung dengan baik,” harapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh utusan dari masing-masing Pengurus Partai Politik Tingkat Kabupaten Mandailing Natal dan tim dari Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal untuk melakukan pengawasan.(Syahren)

Menuju Pemilu 2019, PPK Bersama PPS Bukit Malintang Jalin Silaturrahim

Madinapos.com – Bukit Malintang.

Menjalin Silaturrahim dengan tujuan untuk menciptakan kekompakan antar penyelenggara jelang Pemilihan Umum April Tahun 2019 nantinya, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bersama Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamatan Bukit Malintang mengadakan kegiatan kumpul bareng dan makan bersama.

Acara yang dilaksanakan di secara sederhana di Kebun Syamsul Desa Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, Minggu, (14/10) siang tersebut dihadiri PPK dan PPS penyelenggara Pemilu 2019 Kecamatan Bukit Malintang.

Syamsul selaku Ketua PPS Desa Hutabangun Jae saat di jumpai awak media mengatakan acara silaturrahim ini kita adakan karena akhir – akhir ini  PPK dengan PPS ada sedikit komplik kecil, ” jadi ini lah alasannya mengapa kita buat acara silaturrahim makan bersama untuk menepis yang terjadi di tengah pekerjaan berat PPK dan PPS”, katanya.

“Harapannya semoga kedepannya tidak ada lagi permasalahan yang terjadi antara PPK dengan PPS, dan semoga silaturrahim antar PPK dengan PPS selalu terjaga dengan baik, supaya penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 dapat berjalan sukses, aman dan damai”, Harap Syamsul.

Selain itu Syamsul juga menyampaikan duka citanya atas kejadian bencana banjir yang baru saia terjadi di Kabupaten Madina,” kami selaku Anggota PPK dan PPS Kecamatan Bukit Malintang menyampaikan turut prihatin yang sedalam dalam atas bencana yang menimpa saudara – saudara kami yang ada di Kabupaten Mandailing Natal”, pungkasnya. (R-Anwar)

Setelah 6 Bulan, Honor PPS Batahan Dapat Dicairkan

Madinapos. com – Batahan.

Honor Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal untuk Pemilu Legislatif 2019 akhirnya dapat dicairkan setelah menunggu selama enam bulan, ” Pembayaran honor PPS tepatnya pada hari Rabu tanggal 05 September 2018 di sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Batahan dan prosesnya tersebut berjalan aman dan lancar”.

Demikian disampaikan Syafriadi Ketua PPK Batahan kepada Madina Pos di Batahan Jum’at (7/9). Pembayaran ini selama enam bulan terhitung sejak bulan Maret s/d Agustus 2018, akan tetapi dibayarkan secara bertahap.

“Sebenarnya honor  yang akan dibayarkan untuk masa enam bulan, tetapi yang terealisasi hanya 3 bulan yakni untuk bulan Maret, April dan Mei, sedangkan sisanya tiga bulan lagi akan menyusul, dan biasanya sekitar seminggu atau dua Minggu lagi dan insya Allah honor PPS yang tersisa akan diselesaikan pada bulan ini juga”, ungkap Ketua PPK ini.

Berdasarkan data yang disampaikan bahwa pembayaran honor untuk PPS masing masing desa sebanyak 6 orang / desa X 18 desa / kelurahan se- kecamatan batahan. Berikut ini rinciannya Honor Ketua PPS R. 900.ribu, Anggota 850.ribu x 2 orang / desa, Sekretaris 800 .ribu dan Staf 750.ribu X 2 orang / desa.

Ketua PPS Desa Batu Sondat Edi Sofyan menyampaikan sangat berterima kasih sekali kepada PPK Batahan serta jajaranya,” kami sampaikan terima kasih kepada PPK yang sudah bersusah payah mengurus honor yang tertunda sehingga sampai ke tangan kami, walaupun hanya 3 bulan yang cair dan tentu saja akan sangat berarti sekali bagi kami sehingga akan sangat berpengaruh terhadap kinerja di lapangan”, kata Edi Sofyan.(Topen)