RSUD Panyabungan Siapkan Layanan Cath Lab, Pangkas Waktu Penanganan Pasien Jantung di Madina

Madinapos.com, Panyabungan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan terus berbenah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Saat ini, rumah sakit plat merah tersebut sedang dalam proses pembangunan ruang Laboratorium Kateterisasi atau Cath Lab, sebuah fasilitas medis mutakhir untuk penanganan jantung terpadu.

Penyediaan fasilitas ini merupakan bagian dari program bantuan SIHREN (Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Transformasi Layanan Jantung Terpadu
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Panyabungan, dr. Rizki Anindita Pratiwi, Sp.JP, menjelaskan bahwa kehadiran Cath Lab akan menjadi tonggak sejarah bagi pelayanan kesehatan di wilayah Mandailing Natal (Madina).

Fasilitas ini dirancang khusus untuk melakukan diagnosa serta tindakan medis intervensi pada penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Ruang Cath Lab ini dilengkapi untuk melakukan tindakan Angiografi Koroner guna mengetahui tingkat penyumbatan pada pembuluh darah pasien, serta tindakan PCI (Percutaneous Coronary Intervention) atau pemasangan ring jantung,” ujar dr. Rizki.

Selama ini, pasien dengan kondisi sindrom koroner akut sering kali harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan medis darurat. Dengan adanya Cath Lab, risiko fatalitas akibat keterlambatan penanganan dapat ditekan secara signifikan.

Direktur RSUD Panyabungan, dr. Rusli Pulungan, menegaskan bahwa percepatan pembangunan fasilitas ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen pemerintah daerah. Ia menyebut hal ini sejalan dengan arahan dan visi misi Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution.

“Pembangunan Cath Lab ini merupakan instruksi langsung dari Bapak Bupati H. Saipullah Nasution yang sangat konsen terhadap peningkatan akses kesehatan masyarakat. Beliau menekankan agar warga Madina tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh atau dirujuk ke luar kota hanya untuk mendapatkan layanan pasang ring jantung,” ungkap dr. Rusli.

Ia menambahkan bahwa Bupati berharap RSUD Panyabungan dapat menjadi pusat rujukan (hub) bagi daerah sekitar, sehingga pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi lebih dekat dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini, pihak manajemen rumah sakit terus memantau progres pembangunan agar dapat segera rampung dan beroperasi dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan dapat segera beroperasi. Fokus kami adalah meningkatkan kualitas hidup pasien jantung di Panyabungan dengan memberikan akses medis yang lebih cepat, efektif, dan canggih,” tutup dr. Rusli. (Hamzah).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *