Kerja Nyata Tekan Pengangguran, Bupati Asri Ludin Kembali Buka Job Fair: “Jangan Berhenti Berjuang”

Madinapos.com, Deli Serdang — Upaya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menekan angka pengangguran terus dilakukan. Salah satunya melalui pembukaan Job Fair Gelombang II Tahun 2026 yang mempertemukan langsung para pencari kerja dengan dunia usaha.
‎
‎Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked(PD), Sp.PD, secara resmi membuka kegiatan tersebut di Aula Balai Rung Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Selasa (29/9/2026).
‎
‎Job Fair yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deli Serdang ini melibatkan 30 perusahaan dengan berbagai kebutuhan tenaga kerja. Ratusan pencari kerja dari sejumlah kecamatan pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari peluang pekerjaan sesuai pendidikan, keterampilan dan pengalaman yang dimiliki.
‎
‎Bagi Pemkab Deli Serdang, Job Fair bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan sekaligus mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan potensi sumber daya manusia yang tersedia di daerah.
‎
‎Bupati Asri Ludin Tambunan menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong terciptanya kesempatan kerja bagi masyarakat.
‎
‎Menurutnya, persoalan pengangguran tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi membutuhkan langkah konkret melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
‎
‎“Kita ingin anak-anak Deli Serdang memiliki kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan kemampuan mereka. Pemerintah harus hadir membuka ruang dan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan,” ujar Asri Ludin.
‎
‎Namun, Bupati juga mengingatkan bahwa kesempatan kerja harus diikuti dengan kesiapan pencari kerja.
‎
‎Ia meminta masyarakat tidak hanya berharap memperoleh pekerjaan, tetapi juga membangun kompetensi, kedisiplinan dan etos kerja.
‎
‎“Persiapkan kemampuan. Tingkatkan keterampilan dan jangan pernah berhenti belajar. Ketika kesempatan datang, kita harus sudah siap,” tegasnya.
‎
‎
‎Di hadapan para pencari kerja, Asri Ludin juga menekankan pentingnya proses rekrutmen yang objektif.
‎
‎Ia meminta masyarakat percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak menjadikan koneksi atau kedekatan sebagai jalan untuk memperoleh pekerjaan.
‎
‎“Tidak ada yang namanya mengandalkan kenalan atau kedekatan. Yang harus dikedepankan adalah kemampuan dan kualifikasi. Berjuanglah dengan kemampuan sendiri,” katanya.
‎
‎Menurutnya, dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Sikap, integritas, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi serta kemauan bekerja keras menjadi bagian penting yang akan menentukan seseorang mampu bertahan dan berkembang di dunia kerja.
‎
‎Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi para pencari kerja agar tidak mudah menyerah ketika belum berhasil pada kesempatan pertama.
‎
‎Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deli Serdang, Shyahdin Setia Budi Pane, mengatakan Job Fair menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan perusahaan dan mengetahui kebutuhan tenaga kerja secara lebih terbuka.
‎
‎Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan seluruh persyaratan dan meningkatkan kompetensi.
‎
‎“Periksa kelengkapan berkas, pahami pekerjaan yang dilamar dan bangun kepercayaan diri. Jangan datang hanya untuk mencoba, tetapi datang dengan persiapan,” ujar Shahdin.
‎
‎Ia juga menyampaikan pesan kepada peserta yang belum berhasil mendapatkan pekerjaan.
‎
‎“Kalau belum berhasil di gelombang kedua ini, jangan berhenti. Tetap belajar dan persiapkan diri untuk gelombang berikutnya. Kegagalan hari ini bukan berarti tidak ada kesempatan lagi,” tegasnya.
‎
‎Kerja Nyata Menekan Pengangguran
‎
‎Hadirnya puluhan perusahaan dalam Job Fair tersebut menjadi salah satu bentuk upaya Pemkab Deli Serdang memperluas akses masyarakat terhadap pasar kerja.
‎
‎Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha.
‎
‎Bupati Asri Ludin menegaskan, pemerintah tidak ingin masyarakat hanya menunggu datangnya lapangan pekerjaan.
‎
‎Sebaliknya, masyarakat harus dibekali kemampuan agar mampu mengambil peluang ketika kesempatan terbuka.
‎
‎Di sisi lain, pemerintah juga dituntut untuk terus membangun komunikasi dengan dunia usaha sehingga kebutuhan tenaga kerja dapat dipertemukan dengan sumber daya manusia lokal.
‎
‎Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang semakin terbuka di Deli Serdang.
‎
‎Dengan Job Fair Gelombang II ini, Pemkab Deli Serdang kembali menunjukkan bahwa upaya menekan pengangguran membutuhkan kerja berkelanjutan—membuka akses, mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, meningkatkan keterampilan dan memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja secara layak. (RHy).