Madinapos.com, Panyabungan Selatan –Polemik terkait dugaan penggelapan pupuk bersubsidi sebanyak 49 ton yang sempat viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir akhirnya menemui titik terang. Berdasarkan musyawarah bersama yang digelar di aula MDTA Roburan Lombang pada Rabu (21/10), dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Musyawarah tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, di antaranya Dinas Pertanian, pihak Distributor GCS, Distributor Tani Global, unsur Kecamatan Panyabungan Selatan, Polsek, Babinsa, sejumlah aparat desa, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Dari hasil pertemuan itu, terungkap bahwa isu penggelapan pupuk bersubsidi oleh kios UD Riski murni disebabkan oleh kesalahan data administrasi atau kesalahan pada penginputan data sebelumnya, bukan karena adanya tindakan penggelapan.
Sebagai langkah solusi untuk mengatasi kelangkaan pupuk yang sempat terjadi di desa tersebut, Nurhabibah yang merupakan kasi pupuk dan pestisida Dinas Pertanian Mandailing Natal menyampaikan bahwa Distributor GCS akan mengalokasikan tambahan pupuk bersubsidi berupa jenis Urea sebanyak 10 ton dan Phonska sebanyak 10 ton.
” Khusus untuk wilayah Roburan Lombang, PUD akan merealisasikan sekitar 20 ton pupuk dalam jangka waktu tiga hari ke depan,” kata Nurhabibah.
Selain itu, ke depannya pihak kelompok tani bersama Petugas Lapangan Penyuluh (PLP) serta Dinas Pertanian akan mengupayakan agar seluruh petani dapat terdaftar secara resmi di dalam kelompok tani dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Melalui klarifikasi terbuka ini, diharapkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dapat terselesaikan dan situasi kembali kondusif. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pendistribusian pupuk bersubsidi tetap diawasi secara ketat oleh instansi dan aparat terkait. (Suaib Rizal).


