Kategori
Berita Daerah Cerpen

1 Pimpinan Tinggi Pratama Di Kukuhkan, 9 Pejabat Fungsional Pemkab Palas di Lantik Bupati PMA

Madinapos.com, Padang Lawas – Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan SE akrap disapa PMA kukuhkan dan lantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat fungsional di lingkungan pemerintah Kabupaten Padang Lawas di aula Kantor Bupati Padang Lawas. Kamis (11/12/25).

Pengukuhan tersebut menindaklanjuti Pertimbangan Teknis Badan Kepegawaian Negara Nomor 20745/r-ak.02.03/sd/o/2025 Tanggal 13 Oktober 2025, Pertimbangan Teknis Badan Kepegawaian Negara Nomor : 20746/r-ak.02.03/sd/0/2025 Tanggal 13 Oktober 2025, Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 26072/r-ak.02.03/sd/f/2025 Tanggal 28 November 2025 Dan Surat Keputusan Bupati Padang Lawas Nomor 100.3.3.2/345/kpts/2025 Tanggal 10 Desember 2025.

Diantara yang di kukuhkan adalah Leli Ramayulis, SKM., M.Kes sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Padang Lawas.

Sementara nama-nama yang dilantik adalah:
1. Irwansyah Putra, S.Sos sebagai Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah Ahli Pertama (PPUPD Ahli Pertama) pada Inspektorat Kabupaten Padang Lawas
2. Ali Martua Matondang S.Sos sebagai Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah Ahli Pertama (PPUPD Ahli Pertama) pada Inspektorat Kabupaten Padang Lawas.
3. Indra Fahri Siregar S.Sos Sebagai Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah Ahli Pertama (PPUPD Ahli Pertama) pada Inspektorat Kabupaten Padang Lawas
4. Jul Fakhri Hasibuan S.STP sebagai Auditor Ahli Pertama pada Inspektorat Kabupaten Padang Lawas
5. Nataneal Purba, STr.I.P sebagai Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah Ahli Pertama (PPUPD Ahli Pertama) pada Inspektorat Kabupaten Padang Lawas
6. Bd. Lenni Safiah Hasibuan, A.Md. Keb, S.Tr.Keb sebagai Kepala Puskesmas Paringgonan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas
7. Dermian Tanjung, S.Tr. Keb sebagai Kepala Puskesmas Sibuhuan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas
8. Robiah Adawiyah Hasibuan, AM.Keb, S.Tr. Keb sebagai Kepala Puskesmas Pasar Ujung Batu Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas
9. dr. Erma Yanthi Hasibuan sebagai Kepala Puskesmas Latong Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas.

Bupati Padang Lawas menyampaikan kepada pimpinan pejabat tinggi  pratama yang baru dilantik, bahwa jabatan yang diemban adalah amanah rakyat dan tanggung jawab besar yang harus dilaksanakan dengan integritas dan profesionalisme tinggi.

Kepada pejabat fungsional yang dilantik, peran saudara/i sangat vital sebagai tenaga ahli spesialis di bidang masing-masing,’ kata Bupati Palas, PMA.

Keberhasilan pembangunan Kabupaten Padang Lawas bukan ditentukan oleh bupati dan wakil bupati, melainkan oleh kerja tim yang solid dari seluruh elemen pemerintahan, didukung oleh partisipasi aktif masyarakat,’ ujarnya.

Mari kita singsingkan lengan baju, bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan yang paling penting, bekerja dengan hati yang tulus. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, luruskan niat teruslah bermanfaat tano adat di gonggom ibadat, kita akan mampu mewujudkan Padang Lawas Maju, tutupnya.

Turut hadir PJ. Sekretaris Daerah Kabupaten Panguhum Nasution S.Sos, M.AP, Ketua TP-PKK Ny. Mahzalena Putra Mahkota Alam  Hasibuan, Ketua Darma Wanita Ny. Hamnil Panguhum Nasution dan Para Pimpinan OPD.

Penulis: A Salam Siregar.

Kategori
Berita Daerah Cerpen

PT. DIS  Bersama AGP Serahkan Bantuan Bahan Pangan Kepada Korban Banjir di MBG ‎

PT. DIS  Bersama AGP Serahkan Bantuan Bahan Pangan Kepada Korban Banjir di MBG

‎Madinapos.com, MBG – Perusahaan yang bergerak dibidang budidaya perkebunan kelapa sawit PT. Dinamika Inti Sentosa (PT.DIS) melalui Yayasan Artha Graha Peduli  (AGP Foundation) menyerahkan sejumlah bantuan bahan pangan kepada korban banjir di wilayah Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) pada Minggu (30/11/2025).

‎Kepada awak media ini, Humas PT.DIS  Nendry Irmayanto menyampaikan ada bantuan melalui AGP Foundation yakni berupa :
‎- Beras kemasan 5 kg ( sebanyak 113 zak )
‎- Mie instan ( sebanyak 181 karton)

‎Bantuan ini diserahkan langsung oleh Tim AGP ( Artha Graha Peduli) dan PT DIS,yakni :
‎- General Manager PT DIS ( L. Andhe Hasibuan)
‎- Estate manager kebun ST ( Lukman Rusli)
‎- Estate manager kebun SS (Agus Situmorang)
‎- Tim AGP ( Artha Graha Peduli)
‎- Ka. Humas  ( Nendry Irmayanto)

‎Lebih lanjut Nendry mengatakan: “Bantuan bahan pangan tersebut diperuntukkan bagi warga Kecamatan Muara Batang Gadis yang terkena banjir meliputi Desa Siulangaling 1,2,3, Desa lubuk kapundung 1, Desa Lubuk Kapundung 2, Desa Ranto Panjang dan Desa Hutaimbaru,Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal”

‎Nendry juga menambahkan, berhubung akses ke Desa Singkuang tidak bisa ditempuh melalui jalan darat maka bantuan hanya bisa diantarkan dan diturunkan sampai Pos 1 di Kelurahan Bashung, Kecamatan Muara Batang Gadis.

‎Unsur Forkopimcam Muara Batang Gadis yang terdiri dari Camat Muara Batang Gadis,Zulhidayat, S,Sos , Kapolsek Muara Batang Gadis,Akmaluddin, S.H, M.H, Perwakilan Koramil 17/Natal serta beberapa Kepala Desa menerima langsung bantuan bahan pangan yang diberikan oleh PT.DIS bersama Artha Graha Peduli (AGP)

‎Forkopimcam Muara Batang Gadis melalui Camat Muara Batang Gadis,Zulhidayat.S.Sos mengucapkan terimakasih atas bantuan bahan pangan dari PT,DIS bersama AGP untuk korban banjir di Kecamatan Muara Batang Gadis.

‎Manajemen PT.DIS dan Tim Artha Graha Peduli (AGP) melalui Ka Humas Nendry Irmayanto di akhir percakapan dengan awak media ini mengatakan: “Semoga bantuan yang Kita berikan bisa meringankan beban masyarakat yang terkena banjir”, ungkap Nendry mengakhiri.
‎(R-Adnan)

Kategori
Berita Daerah Cerpen

Porseni 2025 Berjalan Sukses, Ketua PGRI Batahan Musliadi Sitompul Sampaikan Terima Kasih

Madinapos.com, Batahan – Tepat Pukul 17.30.Wib Seluruh Rangkaian acara Porseni PGRI se Kabupaten Mandailing Natal telah selesai atas nama Ketua PGRI Kecamatan Batahan Musliadi Sitompul beserta Panitia mengucapkan terima kasih Banyak kepada semua pihak.

Musliadi Sitompul S Pd Ketua PGRI Kecamatan Batahan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia yang bekerja tanpa pamrih sehingga penyelenggaraan Porseni di Kecamatan Batahan sukses dan lancar kata Musliadi Sitompul S Pd, ucapan terima kasih juga di sampaikan kepada Bapak Bupati Kabupaten Mandailing Natal beserta Rombongan yang berkenan membuka Porseni PGRI se Kabupaten Mandailing Natal sehingga menambah semangat Kontingen untuk hadir dan bertahan sampai selesai kata Musliadi Sitompul S Pd.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kontingen atas waktu dan kehadirannya jika ada pelayanan yang kurang berkenan kami atas nama PGRI Kecamatan Batahan mohon dimaafkan kata Musliadi Sitompul S Pd.

Ketua PGRI Kecamatan Batahan menambahkan Bahwa Porseni ini bukan ajang perlombaan tetapi tempat ber silaturahmi dan tempat bertukar pikiran jadi jangan ada yang berkecil hati jika ada yang kalah karena semua kita adalah pemenang jelas Musliadi Sitompul S Pd.

Ketua PGRI Kabupaten Mandailing Natal Defrion Caniago mengucapkan terima kasih kepada PGRI Kecamatan Batahan yang telah memfasilitasi Porseni se Kabupaten Mandailing Natal sehingga Porseni berjalan aman dan lancar dan terima kasih juga untuk semua Guru yang berperan aktif dalam acara ini semoga PGRI Kabupaten Mandailing Natal selalu kompak dan Sukses kedepannya kata Defrion Caniago

Camat Batahan Sukiman SE di akhir sambutannya menutup acara Porseni se Kabupaten Mandailing Natal tepatnya Tanggal 23/11/2025 pukul 17.30. Wib di selama 3 ( Hari ) dengan di tutup nya acara ini maka seluruh rangkaian acara Porseni PGRI se Kabupaten Mandailing Natal selesai kata Camat Batahan Sukiman SE.

Acara Penutupan Porseni se Kabupaten Mandailing Natal di hadiri oleh Ketua PGRI Kabupaten Mandailing Natal Defrion Caniago beserta rombongan, Camat Batahan Sukiman SE, Danramil 20 Batahan Capten infanteri S Marpaung, Ketua PGRI Kecamatan Batahan beserta jajaran Tanggal 21 – 23/11/2025
di Pesantren Modern Darul Ilmi NU Desa Sari Kenanga Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal.

Adapun Perlombaan yang di selenggarakan diantaranya bidang olahraga Voli Putra dan Putri, Tenis meja Putra dan Putri, bulu tangkis putra dan putri, Tarik Tambang Putra dan Putri, sedangkan untuk bidang seni dan budaya diantaranya Solo dan Tari kreasi baru serta Pancing mania, Peserta berasal dari Anggota PGRI se Kabupaten Mandailing untuk Juara Umum di raih oleh kontingen PGRI Kecamatan Ranto Baek.

( Topen )

Kategori
Cerpen

Pemdes Pasar Singkuang l, Menggelar Musdes, Penetapan dan Pengesahan RKPDes 2026

Madinapos.com, MBG – Pemerintah Desa Pasar Singkuang l,Muara Batang Gadis,Mandailing Natal, melaksanakan Musyawarah Desa pada Jum’at (14/11/2025) dalam rangka Penetapan dan Pengesahan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Pasar Singkuang l Tahun Anggaran 2026.tepatnya diaula desa,acara dimulai pukul 21:00 Wib sampai dengan pukul 11:00 Musawarah berlangsung selama dua jam Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar.

Dihadiri Camat Muara Batang Gadis diwakili oleh Kasipem Baharuddin Lubis S.Sos,Kapolsek Muara Batang Gadis diwakili Bhabinkamtibmas Briptu Noval D,Pratama,Dandramil 17 Natal diwakili oleh Babinsa Kopda Warso, Pendamping Lokal Desa pasar Singkuang l Murtarzah,Kepala Desa Pasar Singkuang l Sapihuddin Tampubolon S.Pd,i, Sekertaris Desa,Ketua dan anggota Badan Permusawaratan Desa Pasar Singkuang l,dan segenap elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa,tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan,kader kesehatan,tokoh pemuda pemudi,perwakilan kelompok perempuan, perwakilan ibu-ibu PKK,serta masyarakat setempat.

Kepala Desa Pasar Singkuang l Sapihuddin Tampubolon S.Pd,i dalam pidatonya menyampaikan bahwa Musyawarah ini bertujuan untuk menjaring aspirasi sesuai kebutuhan masyarakat didesa untuk sebagai bahan penyusunan RKPDes yang akan menjadi pedoman pembangunan desa selama satu tahun ke depan.

Selanjutnya.Kepala Desa menyampaikan pentingnya partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan desa ia juga menyampaikan kegiatan sebelumnya kepada masyarakat di tahun 2025 yang sedang berjalan

“Musyawarah ini adalah forum penting bagi kita semua untuk bersama-sama merumuskan program dan kegiatan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Kami berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan dan usulan yang konstruktif,” ujar Kepala Desa Sapihuddin.

Ketua BPD Pasar Singkuang l menyampaikan hasil musyawarah dan usulan masyarakat dalam sesi diskusi, berbagai usulan dan masukan disampaikan oleh peserta Musyawarah. Beberapa prioritas pembangunan yang mengemukan antara lain:

– Pembangunan jembatan rambin menujuh tempat lokasi ketahanan pangan.
– Penambahan pembangunan jalan disitenggang.
– Perehapan pagar lapangan sepak bola.
– Beasiswa untuk murid SDN untuk ditambahkan kembali pesertanya.
– Alat-alat kesehatan posyandu selengkapnya.
– Ambulance 1 unit.
– Pengadaan jari ikan bawal 300 set untuk nelayan.
– Pengadaan kecambah bibit sawit untuk petani
– Pengadaan mesin rumput
– Pembangunan tribun lapangan sepak bola dan gedung ruang gant pengunjung.
– Pengadaan alat-alat musik tradisional nasid selengkapnya.
– Pengadaan ustadz untuk sholat tasbih
– Pengadaan baju seragam kader kesehatan selengkapnya.
– Pembangunan drainase 15 meter
– Peralatan tempat masa memasa
– Penambahan bahu jalan lingkar Kecamatan.
– Pembangunan poskamling desa.

Perwakilan dari Kecamatan Kasi pemerintahan Baharuddin Lubis S.Sos, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam Musrenbang ini. ” “Dan disini perlu saya sampaikan bahwa pembagian dana desa tahun anggaran 2026 yang akan datang pertama 30% untuk dana jaminan koperasi desa merah putih ke bank nantinya, itupun kalau usaha koperasi tersebut berjalan, apabila koperasi tidak berjalan maka dana tersebut bisa ditarik kembali oleh pemerintah desa, dan 20% untuk ketahanan pangan yang diberikan kepada BUMDES,15% untuk dana bantuan tunai (BLT) kemudian 3% dana ini bisa dipergunakan melalui pemerintah desa untuk dana operasional seperti biaya berobat masyarakat dan yang lain -lain apabila masyarakat membutukanya.Kami berharap RKPDes yang dihasilkan nanti dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan selaras dengan program pembangunan kabupaten,” ujarnya.

Setelah melalui proses diskusi panjang dan penyepakatan, seluruh usulan dan masukan yang terkumpul akan dirumuskan menjadi draf RKPDes yang kemudian akan dibahas lebih lanjut dan ditetapkan menjadi dokumen resmi RKPDes Desa Pasar Singkuang l tahun anggaran 2026.

Untuk itu,diharapkan dengan adanya RKPDes yang partisipatif dan responsif, pembangunan di Desa Pasar Singkuang l ini dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat desa Pasar Singkuang l.dan sebelum acara dimulai terlebih dahulu memanjatkan doa tanda Shukur kehadirad Allah SWT.

(Penulis: Parwis Batubara)

Kategori
Cerpen Desa Kita

BPD Tabuyung Pimpin Musdes Pengesahan Dan Penetapan RKPDes T.A 2026

Madinapos.com, MBG – Musawarah Desa Pengesahan dan Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026 Desa Tabuyung yang di Laksanakan pada Selasa (4/11/2025) yang dipimpin oleh Badan Permusawaratan Desa (BPD) Desa Tabuyung.Kec.Muara Batang Gadis,Kab.Madina,diKantor Desa Tabuyung sekira pukul 11:30 Wib acara berjalan tertib sampai selesai.

Turut hadir,Camat Muara Batang Gadis diwakili Sekcam Rahmat Wahyudi Siregar,S,T dengan Kasipem Baharuddin Lubis.S.Sos,Kapolsek Muara Batang Gadis diwakili Bhabinkamtibmas Aiptu Samsul Bahri Lubis,Dandramil 17 Natal diwakili Babinsa Serma Satimin,Ketua Badan Permusawaratan Desa Tabuyung Satriadi Dinata,Pendamping Loka Desa,PLD Murtarzah,Pj.Kepala Desa Tabuyung Iskandar Muda,S.Sos,Kaur Perencana, Sekertaris Desa ,kader kesehatan,Kaur Keuangan, tokoh agama, tokoh masyarakat,kader PKK,Ketua Pemuda Pemudi Desa Tabuyung dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya,Wakil Ketua BPD mengatakan,usulan ini akan kita catat dan dimusyawarahkan kembali dengan pemerintah desa untuk menyaring perioritas nantinya, hasil akan kita sampaikan kembali kepada masyarakat, adapun usulan tadi dari masyarakat dibidang pembangunan sebagai berikut:
1.Persiapan Lahan Kopdes
2.Pembangunan jalan ke gerai KDMP
3.Rehap tambatan perahu dan Kouta BBM Untuk nelayan
4.Rehab Pustu
5.Penanganan tempat pembuangan sampah
6.Pembangunan pagar kantor desa
7.Penimbunan jalan rabat beton 150 Meter
8.Pembangunan lapangan bola volley/sport center

Bidang Pemberdayaan

1.Pembuatan sertifikat badan hukum kelompok nelayan
2.Pengadaan Pasilitasi pustu dan obat -obatan dan ini semua kita saring kembali untuk menjadi perioritas yang akan dimasukkan ke APBDes tahun anggaran 2026 mendatang,”ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa Iskandar Muda,S.Sos juga mengatakan,dana desa sekarang ini sekarang sudah ada yang sudah menjadi ketentuan yang harus disalurkan selain pembangunan pisik, seperti dana 30% untuk KDMP,20% untuk ketahanan pangan/BUMDES,15% BLT Desa,3% operasional -TBC,32% tersisa, inila yang akan kita bagi untuk pisik, pemberdayaan dan pembinaan,jadi pisik itu harus benar-benar menyentuh nanti tidak asal-asalan,begitu juga pemberdayaan dan pembinaan harus yang benar-benar dibutuhkan,”ucapnya.

Kapolsek MBG melalui Bhabinkamtibmas Aiptu Samsul Bahri Lubis mengingatkan,ia berharap dalam pengelolaan keuangan dana desa nanti sesuai dengan apa yang sudah disepakati bersama terkait penggunaan supaya pembangunanya nanti dengan harapan dan kami dari pihak kepolisian siap pengawal dan mengawasi penggunaan dana desa ini agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”paparnya.

Camat Muara Batang Gadis melalui Sekcam Rahmat Wahyudi Siregar, S T menyampaikan,kami dari Pemerintah Kecamatan siap mendampingi dan memberikan bimbingan kepada pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa.Arahan, teknisi dan administratif diberikan untuk memastikan penggunaan dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dan akan terus mengawasi pelaksanaan proyek yang didanai oleh dana desa.Penggunaan dana harus sesuai dengan rencana yang disetujui dan tidak terjadi penyimpangan.Pemerintah Kecamatan secara rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi ( monev) untuk memastikan dana desa digunakan sesuai aturan,”pungkasnya.

(Parwis batubara)

Kategori
Berita Daerah Cerpen

Polres Palas Musnahkan Barang Bukti Narkotika Periode September – Oktober 2025

Madinapos.com, Padang Lawas –Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Padang Lawas (Sat Resnarkoba Polres Palas), Polda Sumatera Utara melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana Narkotika golongan 1 jenis ganja, Sabu-sabu dan Pil Ekstasi di halaman ruangan lobi Mapolres Palas, Kamis 30/10/2025.

Dalam pemusnahan tersebut, selain Kapolres Palas, AKBP Dodik Yuliyanto, Sik, juga hadir Wakapolres Palas Kompol Sugianto, S.Pd, Kasat Narkoba, Iptu Parlin Azhar Harahap, SH, MH., Kasi Propam Iptu Salim Saragih, SH, Pabung Kodim Tapanuli Selatan Mayor ArH Saleh Hasibuan, Ketua PN Sibuhuan yang diwakili oleh Ricki Pratama SH, Kajari Palas yang diwakili oleh P. Muhammad Agung Situmorang, SH, Perwakilan Ketua DPRD Palas Kadis Kesehatan, Amelia Roitona Nasution, didampingi oleh Dr Ilham S Siregar, Kaban Kesbangpol yang diwakili oleh Kabid Wasbang Mukhlis Nasution,

Acara juga dihadiri Ketua Mui yang diwakili oleh Ustadz Mardan Siregar dan Ustadz Sumardan Hasibuan, Ketua Dalihan Natolu Syahrun Hasibuan, Sekretaris Dalihan Natolu Mahluddin Nasution beserta pengurus, Ketua BSPPL/PAMK Kabupaten Palas H Fauzan Hamidi Hasibuan serta pengurus, Ketua Yayasan Panti Rehabilitasi Narkoba Gemilang Sakti Jaya Sibuhuan, Kabupaten Palas., Parnis Siregar serta pengurus, Personil Satres Narkoba Polres Palas, Personil Polres Palas, serta undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Palas, AKBP Dodik Yuliyanto, SIK dalam sambutannya mengatakan Ucapan terimakasih kepada seluruh undangan yang telah hadir dalam pemusnahan barang bukti Narkotika oleh Satres Narkoba Polres Palas yang dilaksanakan di Mapolres Palas.

“Kegiatan Satuan Narkoba selalu di tekankan Pemberantasan Narkoba di kabupaten Palas pintu masuk jalan lintas Medan ke Pekanbaru” Ujar AKBP Dodik Yuliyanto, SIK.

Selanjutnya dikatakan Kapolres Palas, Terima kasih atas dukungan dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat untuk turut dalam pemberantasan Narkoba.

“Polres Palas tetap melakukan Preventif dan Penindakan Terhadap Pengedar Narkoba di kabupaten Palas, Kami mengharapkan dukungan masyarakat untuk memberikan informasi terkait peredaran gelap narkoba untuk kita laksanakan Penindakan”, kata Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, Sik, mengakhiri Sambutannya.

Sebelumnya, Kasat Resnarkoba Polres Palas Iptu Parlin Azhar Harahap, SH, MH, dalam laporannya mengatakan Ungkap Kasus tindak pidana Narkotika Satres Narkoba Polres Palas Periode Bulan September dan Oktober 2025, dan Pemusnahan Barang bukti Narkotika jenis Ganja, Satu-satunya dan Pil ekstasi.

“Bahwa Satres Narkoba Polres Palas merupakan salah satu satuan kerja di Polres Palas yang merupakan satuan korja pelaksana tugas pokok yang berada di bawah Kapolres. Satuan Reserve Narkoba mempunyai tugas pokok melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya berikut prosedurnya serta melakukan pembinaan dan penyuluhan dalam rangka pencegahan dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika”. Kata Kasat Resnarkoba Polres Palas.

Lanjut Iptu Parlin Azhar Harahap, SH, MH, Dalam melaksanakan tugas pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Palas, Kapolres Palas beserta jajarannya berkomitmen dan konsisten melakukan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika dengan melakukan penangkapan terhadap para pelaku Tindak pidana narkotika mulai dari Bandar, Kurir, pengedar maupun pengguna.

“Sedangkan upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan cara memberikan sosialisasi dan penyuluhan terhadap masyarakat Palas tentang bahaya Narkoba”. Ujarnya.

Kemudian, Kasat Resnarkoba Polres Palas Iptu Parlin Azhar Harahap, SH, MH, menjelaskan Data ungkap kasus barang bukti dan Tersangka yang ditangkap periode Bulan September dan Oktober 2025 yakni,

1.Jumlah Laporan Polisi: 26 LP dengan rincian tersangka/palaku sebagai berikut:
a. 31 Tersangka berperan sebagai bandar dan pengedar dan telah diproses hukum sampai ke Jaksa Penuntut Umum/Pengadilan

b. 8 Tersangka berperan sebagai pengguna/permalikal dan telah direhabilitasi

C. Jumlah Barang bukti yang disita Narkotika jenis sabu sabu:
88,53 gram, Narkotika jenis ganja
11,38 gram dan Pil Extasi sebanyak 12,1/2 butir.

Selanjutnya, Untuk Barang bukti narkotika jenis ganja dan satu-satu yang akan dimusnahkan terdiri dari 4 Laporan Polisi dengan 7 orang tersangka, dengan rincian yaitu
Narkotika jenis ganja.
Yang disita: 44,066,82 gram,
Yang disisihkan ke labfor: 209,82 gram, dan Yang akan dimusnahkan: 43.856,5 gram

“Untuk Narkotika jenis sabu-sabu,
Yang disita: 127.28 gram,
Yang disisihkan ke Labfor: 30,00 gram, dan Yang akan dimusnahkan: 97,20 gram. Dan pil ekstasi yang dimusnahkan sebanyak 12, 1/2 (Dua belas setengah) butir, dan Komitmen Polres Palas untuk memberantas peredaran gelap narkoba di kabupaten Palas”. Jelas Kasat Resnarkoba Polres Palas Iptu Parlin Azhar Harahap, SH,

Lebih lanjut Ps Kasubsi Penmas Bripka Ginda K Pohan menambahkan sebel dilakukan pemusnahan oleh Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK, bersama seluruh yang hadir terlebih dahulu dilakukan Pemeriksaan barang bukti narkotika jenis shabu dan ganja.

Setelah itu baru dilaksanakan Pemusnahan barang bukti narkotika jenis shabu dan ganja, kemudian Penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti, dan diakhiri dengan Doa.

“Pelaksanaan Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Sabu Dan Ganja di Polres Palas dengan aman dan kondusif”. Tutur Ps Kasubsi Penmas.

Penulis: A Salam Siregar.

Kategori
Berita Daerah Cerpen

PENTINGNYA MEMBENTUK KESALEHAN INSTITUSIONAL

Madinapos.com, Panyabungan – Salah satu misi utama Islam adalah menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh makhluk di alam semesta (rahmatan lil ‘alamin). Karena itu, Islam disebut agama yang relevan di setiap ruang dan waktu (shalih li kulli zaman wa makan). Namun, Islam tidak pernah memaksa pemeluknya untuk memahami ajarannya secara tunggal. Al-Qur’an menegaskan, “Tidak ada paksaan dalam beragama” (QS. Al-Baqarah [2]: 256) dan “Sekiranya Tuhanmu menghendaki, niscaya manusia menjadi satu umat saja” (QS. Hud [11]: 118).

Sejak awal kemunculannya, Islam selalu berakulturasi dengan budaya dan karakter masyarakat tempat ia berkembang. Akan tetapi, ada prinsip-prinsip fundamental yang harus tetap menjadi ruh ajaran Islam di mana pun ia berada: ketauhidan, keadilan, amanah, tanggung jawab, persaudaraan, kemanusiaan, musyawarah, dan kemaslahatan (maqashid syariah). Prinsip-prinsip ini menuntut untuk terus dikontekstualisasikan agar ajaran Islam tetap hidup dan menjawab tantangan zaman.

Kegagalan mengontekstualisasikan nilai-nilai dasar Islam sering membuat agama tampak kaku dan tidak relevan dengan kehidupan modern. Alih-alih menjadi solusi bagi masalah sosial, agama justru dipersepsikan sebagai penghambat kemajuan. Padahal, kemajuan dan perubahan sosial merupakan bagian dari fitrah manusia yang tidak bisa dihindari.

Tulisan ini tidak bermaksud menguraikan secara rinci cara mengontekstualisasikan ajaran Islam, melainkan mengajak kita melihat kembali cara beragama yang cenderung terjebak pada kesalehan individual semata sebuah corak keberagamaan yang justru berpotensi menjauhkan agama dari realitas sosial dan institusional.

Kesalehan dalam Beragama
Secara bahasa, “saleh” berarti baik, benar, pantas, dan membawa manfaat. Lawannya adalah fasad, yang berarti kerusakan. Karena itu, orang saleh adalah mereka yang menghadirkan kebaikan dan menjauhkan kerusakan. Para ulama mendefinisikan orang saleh sebagai individu yang menunaikan hak-hak Allah melalui ibadah, tauhid, dan ketaatan serta menunaikan hak-hak manusia dengan berlaku adil, menolong sesama, dan berakhlak mulia.

Dalam konteks kekinian, kesalehan tidak hanya mencakup hubungan dengan Allah (hablun minallah) dan sesama manusia (hablun minannas), tetapi juga dengan alam dan lingkungan (hablun minal ‘alam). Kesalehan yang utuh adalah kesadaran bahwa beragama tidak berhenti pada hubungan spiritual dengan Tuhan, melainkan juga tanggung jawab sosial dan ekologis dalam kehidupan bersama.

Seiring perkembangan zaman, hubungan antarmanusia kini tidak lagi berlangsung secara tradisional, tetapi terlembaga dalam sistem modern seperti birokrasi pemerintahan, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan korporasi. Karena itu, kesalehan juga harus hadir di dalam dan melalui lembaga-lembaga tersebut.

Dari sinilah muncul gagasan kesalehan institusional yakni kemampuan menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam sistem, kebijakan, dan budaya kerja institusi (baca Kuntowijoyo; Azra; Cak Nur; dan Gus Dur).
Kesalehan Institusional
Kesalehan institusional sejatinya adalah wujud konkret dari fungsi kekhalifahan manusia di bumi (lihat QS. Al-Baqarah [2]: 30; QS. Shad [38]: 26; QS. Al-An’am [6]: 165). Manusia dipanggil untuk menegakkan amanah moral, keadilan, dan kebenaran dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan institusi dan negara.

Kesalehan institusional juga merupakan perwujudan dari nilai-nilai ukhuwah: ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), dan ukhuwah diniyah (persaudaraan keagamaan). Lembaga yang saleh adalah lembaga yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, bukan hanya bagi kelompoknya sendiri.

Karena itu, kesalehan institusional harus dilihat secara komprehensif, bukan parsial. Sebuah institusi bisa disebut “saleh” bila memiliki arah kebijakan yang adil, transparan, berorientasi pada pelayanan publik, dan menjamin keadilan sosial. Indikator kesalehannya tidak diukur dari banyaknya simbol keagamaan di ruang kerja, dan bukan juga banyaknya ungkapan syar’i yang diucapkan orang-orangnya, tetapi dari seberapa besar manfaat dan keadilan yang dirasakan masyarakat akibat kebijakan yang dibuat.
Paradoks Beragama
Sayangnya, praktik keberagamaan kita masih didominasi oleh paradigma kesalehan individual.

Banyak orang menganggap bahwa ibadah ritual sudah cukup menjadi ukuran ketaatan, sementara perilaku di ruang publik atau institusional berjalan seolah terpisah dari nilai-nilai agama.
Paradoks ini tampak nyata. Tidak sedikit pejabat, pegawai, atau tokoh agama yang dikenal taat beribadah, tetapi tersandung kasus korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan wewenang. Di satu sisi, mereka rajin ke masjid, gemar bersedekah, dan tampak santun di masyarakat. Namun di sisi lain, mereka terlibat dalam praktik manipulatif di kantor atau lembaga tempat mereka bekerja.

Fenomena semacam ini menunjukkan bahwa kesalehan individual belum tentu berbanding lurus dengan kesalehan sosial dan institusional. Agama hanya berhenti di sajadah, tidak menjelma dalam sistem kerja, kebijakan publik, atau etos pelayanan. Dalam konteks ini, pelanggaran terhadap sistem di tempat kerja dianggap tidak berkaitan dengan pelanggaran terhadap ajaran agama.
Paradoks beragama semacam ini muncul karena kegagalan memahami ajaran Islam secara utuh. Agama sering ditempatkan dalam ruang privat, sementara urusan institusi dianggap sekuler. Padahal, dalam pandangan Islam, setiap amanah sosial adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral.

Kesalahan lainnya terletak pada sistem pengetahuan dan cara berpikir yang masih terkungkung paradigma lama. Banyak lembaga masih beroperasi dengan logika kekuasaan dan kepentingan pribadi, bukan logika kemaslahatan publik. Akibatnya, agama kehilangan daya transformasinya dalam tata kelola sosial dan kelembagaan.

Di tengah krisis integritas lembaga-lembaga publik, membangun kesalehan institusional menjadi agenda mendesak bangsa ini. Agama tidak boleh berhenti pada tataran simbol dan ritual, tetapi harus hidup di dalam sistem, kebijakan, dan budaya kerja setiap lembaga baik pemerintahan, pendidikan, maupun masyarakat sipil.

Islam sebagai agama yang membawa rahmat harus tercermin dalam keadilan birokrasi, kejujuran administrasi, tanggung jawab kebijakan, dan kepedulian sosial. Kesalehan sejati bukan hanya diukur dari seberapa sering seseorang beribadah, tetapi seberapa besar kebaikan yang ia hadirkan bagi sesama melalui institusi tempatnya bernaung. (R-Adanan).

Oleh: Dr. Rohman, M.Pd
(Pengajar Filsafat Pendidikan Islam di STAIN Mandailing Natal)

Kategori
Berita Daerah Cerpen

Eksekusi Lahan Lancar, Kuasa Hukum Pemohon Sampaikan Terima Kasih Kepada Polres Madina

Madinapos.com, Siabu – Kuasa Hukum Pemohon Eksekusi, Suleman Siregar S.H, mengucapkan terima kasih kepada PN Madina, Polres Madina, BPN, Kades Lumban Dolok beserta jajaran serta warga Desa Lumban Dolok atas terlaksananya eksekusi sebidang tanah beserta bangunan diatasnya seluas 25 M × 12,36 M.

Hal itu diungkapnya kepada media ini, usai pelaksanaan eksekusi berjalan lancar dan sukses, kamis(23/10).

Ia juga mengatakan sengketa lahan ini sudah berjalan 5 tahun,” Alhamdulillah, hari ini semuanya berakhir dengan lancar dan sukses,” ungkap pria marga Siregar dengan senyum

Masih kata Kuasa Hukum, setelah acara eksekusi berjalan dengan lancar, dan telah ada serah terima berkas dari PN kepada pemohon eksekusi, kita serahkan semua berkasnya kepada Ibu Eva Damayanti sebagai pemilik semula.

Masih dalam tempat yang sama , acara eksekusi lahan tersebut dihadiri langsung Kapolres Madina, AKBP.Arie Sofandi Paloh S.H.,S.I.K, dalam hal ini diwakili Kabag Ops Polres Madina, Kompol B.Sihombing beserta personil Polres Dan Polsek Siabu, PN Madina , BPN, Babinsa, Kades Lumban Dolok, Kuasa Hukum Pemohon Eksekusi, Suleman Siregar, S.H, dan lainnya.

(Prans Lubis)

Kategori
Berita Daerah Cerpen

Pemkab Deli Serdang Genjot Ekonomi Nelayan, Rehabilitasi Tiga TPI Dimulai Serentak

‎Madinapos.com, Deli Serdang – Dalam upaya memperkuat ekonomi pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang memulai rehabilitasi tiga Tempat Pendaratan Ikan (TPI) secara serentak di tiga kecamatan, yakni Percut Sei Tuan, Pantai Labu, dan Hamparan Perak.
‎Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, di TPI Bagan Percut, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (14/10).

‎Dalam sambutannya, Bupati Asri Ludin menegaskan bahwa rehabilitasi ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi langkah nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan taraf hidup nelayan.
‎“Hari ini, di tiga kecamatan, kita berupaya mengangkat harkat dan martabat nelayan agar memiliki tempat yang layak untuk bekerja dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

‎Asri Ludin menambahkan, pembangunan tersebut diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat pesisir.
‎“Bangunan ini bukan simbol pembangunan semata atau penghabisan anggaran, tapi simbol perubahan. Setelah ini, kita harus bersinergi agar nelayan tidak hanya menangkap ikan, tapi juga mampu menjual hasil tangkapannya dengan lebih baik,” tegasnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, Bupati turut didampingi Wakil Bupati Lom Lom Suwondo. Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat miskin ekstrem dalam pelaksanaan proyek, baik di Percut Sei Tuan maupun di dua kecamatan lainnya.
‎“Semua pembangunan harus melibatkan mereka. Namun saya berharap, mereka juga bekerja sungguh-sungguh. Keluar dari kemiskinan bukan hanya karena diberi pekerjaan, tapi juga karena ada semangat dari dalam diri,” pesannya.

‎Bupati juga berharap agar hasil tangkapan nelayan nantinya dapat mendukung pasar tradisional dan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Deli Serdang.
‎“Apapun yang kita bangun tidak akan berarti kalau tidak disinergikan. Mari maksimalkan anggaran dengan prioritas yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial,” pungkasnya.

‎Sementara itu, salah seorang nelayan asal Bagan Percut, Samsir Buhori, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi TPI. Ia mengaku, renovasi ini sudah lama dinantikan para nelayan.
‎“Sebelumnya TPI ini sangat kumuh. Terima kasih atas renovasi ini. Tapi kami juga mohon solusi untuk pendangkalan sungai dan akses jalan. Kalau sungai dangkal, nelayan harus menunggu 4–5 jam baru bisa mendarat, akibatnya ikan bisa busuk,” keluhnya.

‎Ia berharap Pemkab Deli Serdang konsisten dalam mewujudkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan yang berkelanjutan.
‎“Kalau TPI-nya bagus, sungai tidak dangkal, dan jalannya baik, Percut akan lebih ramai dan ekonomi masyarakat pasti tumbuh,” katanya.

‎Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Deli Serdang, Rahmadsyah, menjelaskan bahwa rehabilitasi dilakukan untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan aktivitas nelayan.
‎“Kami juga mempekerjakan empat warga miskin di Kecamatan Percut Sei Tuan yang telah divalidasi oleh kepala desa dan Dinas Sosial. Harapannya, hal ini bisa membantu perekonomian keluarga mereka,” ujarnya.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Deli Serdang Nico, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, serta kelompok nelayan setempat. (RHy).

Kategori
Cerpen

KKN STAIN Madina Dobrak Pemasaran Anyama Tikar Bayuon Berbasis Online Di Desa Pintu Padang Julu

Madinapos.com, Siabu – Kuliah kerja nyata (KKN) sekolah tinggi agama islam negeri (STAIM) Mandailing Natal (MADINA) dobrak pemasaran anyama tikar jenis bayuon berbasis online di Desa Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, (21/25).

Bayuon adalah bahan baku dari pandan yang banyak di jumpai di desa Pintu padang julu jenis ini di bididayakan masyarakat untuk pembuatan berbagai macam jenis kerajinan tangan seperti tikar (amak) partaganan, adangan amak lampisa dan lain lain.

Pengolahan bayon masih secara tradisional dengan proses panjang dimulai dari pemotongan pandan dengan ukuran yang berpariasi sesuai kebutuhan dilanjutkan dengan pemisahan pandan , pelunakan, perendama, penjemuran, pelunakan kedua jali, dengan durinya, ngelakuin proses panjang ini baru bisa di pasarkan.

Dengan potensi ini mahasiswa KKN STAIM MADINA hadir mendampingi dan mendobrak penasaran secara online mengubah pola ofline (tradisional) denga pola baru berbasis online.

Sebagaimana yang sesampainya ketua kelompok Mhd fadhlan zainuddi nst dengan anggota 9 orang antara lain M.Asrul hamonangan rangkuti,Mhd umar hamid lubis, Khalimatus sakdiah,Emelia anjani,Anggun paradigma,Lely khairani,Nur hidayah btr,Azizah rangkuti,Umm salaman.

Program pemasaran Bayuon secara online ini kami rancang bukan hanya sebagai bentuk pengabdian, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Pintu Padang Julu. Kami ingin Bayuon tidak hanya dikenal di sekitar desa, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas melalui digitalisasi.

Harapan kami, program ini dapat menjadi pintu awal bagi pengembangan ekonomi kreatif desa.

Dengan pemasaran online, bayuon bisa menjadi ikon lokal yang bernilai jual tinggi, sekaligus memperkenalkan kekayaan kearifan lokal Pintu Padang Julu ke masyarakat yang lebih luas.

Kami percaya, ketika tradisi berpadu dengan inovasi, desa akan semakin berdaya.

nan