Menu

Mode Gelap

Pendidikan

Refleksi 74 Tahun Kemerdekaan RI, FSM Sumut Gelar Dialog Kebangsaan


					Refleksi 74 Tahun Kemerdekaan RI, FSM Sumut Gelar Dialog Kebangsaan Perbesar

Madinapos. com – Medan.

Forum Silaturahmi Mahasiswa (FSM)  Sumatera Utara menggelar kegiatan Refleksi 74 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Tema :  Meneguhkan Idiologi Pancasila Menolak Paham Khilafah Dan Radikal di Lingkungan Kampus Demi Terwujudnya Keutuhan NKRI yang dilaksanakan di Djong Cafe, MMTC Pancing Simpang Kampus Unimed Medan Sumatera Utara, Kamis (22/8).

Kegiatan ini dihadiri 3 narasumber  Faisal Riza, MA, Agustin Sastrawan Harahap, M.Pd, Indira Putri, MA dan Moderator: Teuku Shadrak, MA
dan dengan peserta rata-rata adalah mahasiswa semester 1 yang berasal dari berbagai kampus di Medan. Koordinator Nasional FSM Sumut
Muhammad Mas’ud Silalahi, S.Sos, Seketaris Jendral FSM Sumut
Avib Septian, SH, Bendahara Umum FSM Sumut dan Lindunk Siagian, SH

Pembicara Indira Putri,  MA menyebut Idiologi Pancasila itu sudah final namun kenapa dalam dialog ini panitia ingin meneguhkan kembali,” saya yakin itu penting karena ada sesuatu hal yang menjadikan idiologi Pancasila itu untuk diteguhkan kembali, karena mungkin banyak dikalangan muda sekarang yang kurang memahami sejarah berdirinya bangsa ini dan kaitannya dengan Idiologi Pancasila”, sebut pengajar di UIN ini.

“Globalisasi  juga mempengaruhi pola berpikir bagi kalangan muda belakangan ini, misalnya ada mahasiswa saya mengenal betul negara lain dan beragam idiologi dan daerahnya namun kurang mengenal daerahnya sendiri,  itu adalah salah satu sebuah efek samping globalisasi sehingga pengaruh idiologi luar bukan tidak mungkin masuk, maka untuk itu Idiologi Pancasila harus diteguhkan kembali”, lanjutnya

Sementara itu narasumber lainnya,  Agustin S Harahap  mengatakan saat ini banyak postingan di media sosial bersliweran dan itu terus menerus seperti faham kekerasan atau idiologi lainnya diluar Idiologi Pancasila,” saya sepakat Pancasila itu masih relevan karena berisi nilai-nilai yang sangat dalam maknanya dalam kehidupan kita berbangsa dan negara,  kita harus tetap menguatkan persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara”, sebutnya.

“Jadi Jangan mau kita jika ada upaya untuk mengadu domba,  memecah belah dan berbuat kerusuhan,  karena itu semua akan menghancurkan kita dan negara ini”, lanjut Agustin.

Agustin berpesan kepada peserta yang hadir yang mayoritas mahasiswa agar benar-benar dapat menyaring semua informasi yang beredar dan masuk terutama hal yang berkaitan dengan faham atau idiologi yang ingin menghancurkan negara ini,  karena itu belum tentu benar-benar dipahami,  karena Idiologi Pancasila itu sudah final dan sudah terbukti sesuai untuk kita”, tegasnya.

Sementara Failzal Riza MA banyak mengulas tentang maksud dari,  kenapa meneguhkan dan kenapa menolak, sebagaimana thema dimaksud,” semua itu hanya bisa dijawab dengan ilmu pengetahuan yang cukup,  karena identitas kita tentunya berbeda dengan negara lain sehingga identitas itulah yang membedakan kita dengan mereka,  karena semua juga belum tentu cocok dengan kita”, sebutnya.

Dalam rangkaian acara yang sama FSM – Sumut juga melakukan “Petisi” untuk menolak “Paham Khilafah dan Tindakan Radikal di NKRI” dengan melakukan penandatanganan spanduk yang dilakukan peserta. (Alqaf)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kepala Man 1 Mandailing Natal Minta Peserta Olimpiade Seni Akademik dan Olahraga Junjung tinggi Sportifitas

7 Februari 2026 - 22:37

STAI Syekh Abdul Fattah Natal Akan Segera Beroperasi, Ada Dua Program Studi

25 Agustus 2025 - 07:14

Bupati Saipullah Motivasi Para Siswa-siswi SDIT Al-Furqon Madina

6 Agustus 2025 - 22:47

SMAN 1 Batang Natal Gelar Sosialisasi Bahaya Narkotika Kepada Seluruh Pelajar

15 Juli 2025 - 15:26

Menarik Minat Siswa Baru, Kepsek SMPN 7 Satu Atap Siobon Jae Siapkan Sarana Transportasi

15 Juli 2025 - 13:54

Peran Aktif Bupati Saipullah di Kegiatan Pembekalan KKN STAIN Madina Tahun 2025

14 Juli 2025 - 17:09

Trending di Pendidikan