Madinapos.com, Panyabungan – Sebagai wujud tindak lanjut dari hasil rapat evaluasi penanganan kabut asap bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Kantor Bupati pada 19 Oktober 2026 lalu, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal langsung merealisasikan langkah tanggap darurat di lapangan.
Pada Jumat (23/10), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Kesehatan dan Satpol PP turun langsung ke jalan untuk membagikan 5.000 masker gratis kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Baru, Panyabungan.

Aksi lapangan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Mandailing Natal, Mukhsin Nasution. Sebanyak 5.000 masker disebar secara masif guna mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat paparan partikel kabut asap kiriman yang berdampak ke wilayah Mandailing Natal.
” Aksi pembagian masker ini merupakan perwujudan komitmen bersama pasca-rapat evaluasi lintas sektoral yang digelar beberapa hari sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menekankan pentingnya kehadiran negara dalam melindungi kesehatan masyarakat di tengah dinamika cuaca dan sebaran asap regional,” ujar Mukhsin di sela-sela kegiatan.
Dalam aksi tanggap darurat ini, Muksin menjelaskan masing-masing instansi mengerahkan peran secara terpadu seperti BPBD Mandailing Natal bertindak mengkoordinasikan aksi lapangan serta pengerahan personel tanggap darurat. Dinas Kesehatan menyediakan dukungan medis serta logistik masker guna memastikan standar kesehatan warga tetap terjaga dan Satpol PP membantu mengatur ketertiban arus lalu lintas agar proses pembagian masker di area Pasar Baru berjalan lancar dan aman.
Menghadapi kondisi cuaca dan sebaran asap saat ini, Mukhsin Nasution mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Warga disarankan untuk senantiasa mengenakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Ia juga berpesan agar masyarakat tidak ragu segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mulai merasakan keluhan atau gangguan pada saluran pernapasan.

” Kita akan terus memastikan bahwa pemantauan kualitas udara serta langkah-langkah mitigasi lanjutan akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi keselamatan dan kesehatan bersama,” pungkasnya. (Suaib Rizal).

