Madinapoa.com, Panyabungan – Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang juga Dosen STAIN Mandailing Natal, Edy Junaidi, meminta agar anggaran perjalanan dinas anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang mencapai Rp17 miliar dapat ditinjau ulang atau digeser.
Menurutnya, anggaran tersebut akan jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk program-program yang menyentuh langsung dengan kepentingan masyarakat luas.
Edy menyoroti sejumlah sektor prioritas yang memerlukan perhatian, mulai dari infrastruktur jalan pendidikan, kesehatan, hingga sektor pertanian.
Selain itu, ia juga mendorong agar dana tersebut diarahkan untuk pengadaan alat pengangkut sampah serta pengadaan alat pemadam kebakaran (damkar) guna penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
” Pengalihan anggaran ini penting agar kebermanfaatannya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Edy Junaidi, Sabtu (17/10).
Meski demikian, Edy memahami bahwa perjalanan dinas tetap diperlukan oleh anggota DPRD guna menambah kapasitas dan sumber daya manusia (SDM) setiap dewan. Kendati demikian, ia berharap DPRD Madina mampu berinovasi serta menentukan skala prioritas demi menjawab tantangan zaman di tengah arus globalisasi yang bergerak sangat cepat.
Selain menyoroti alokasi anggaran, Edy melontarkan kritik terhadap produk legislasi yang dihasilkan oleh DPRD Madina. Ia meminta agar para legislator tidak hanya melahirkan peraturan daerah (perda) yang bersifat normatif semata.
Ia mendesak agar DPRD menyusun Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) berdasarkan skala prioritas yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan oleh masyarakat banyak.
Dengan menetapkan skala prioritas yang jelas terhadap perda yang urgen untuk disahkan, Edy berharap ketertiban umum, kesejahteraan, dan kepentingan masyarakat Madina secara keseluruhan dapat terjaga secara optimal guna mewujudkan masyarakat Madina Maju Madina – Madani. (Suaib Rizal).



