Pramuka Deli Serdang Go Digital, 22 Kwarran Dibekali Strategi Bikin Konten Positif

Madinapos.com, Lubuk Pakam – Dunia Pramuka kini tak hanya soal tenda, tali-temali, pionering dan kegiatan di lapangan. Di tengah derasnya arus informasi digital, Pramuka Deli Serdang mulai serius “turun gunung” ke media sosial.

Sebanyak 22 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Deli Serdang dibekali strategi membuat konten kreatif dan positif melalui Pelatihan Konten Kreator Kehumasan Kwarcab Gerakan Pramuka Deli Serdang, yang digelar di Aula Cendana Lantai I Kantor Bupati Deli Serdang, Sabtu (26/9/2026).

Pelatihan sehari ini diikuti perwakilan 22 Kwarran. Masing-masing mengirimkan dua pembina serta dua anggota Pramuka Penegak/Pandega.

Targetnya cukup jelas: Pramuka tidak hanya aktif berkegiatan, tetapi juga aktif bercerita di ruang digital.

Berbagai aktivitas positif Pramuka yang selama ini mungkin hanya diketahui anggota dan lingkungan terdekat, didorong untuk dikemas menjadi konten yang menarik, informatif dan relevan dengan karakter media sosial saat ini.

Wakil Ketua Bidang Kehumasan dan Informatika Kwarcab Gerakan Pramuka Deli Serdang, Anwar Sadat, mengatakan pelatihan tersebut menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk belajar langsung dari praktisi yang sehari-hari bergelut dengan dunia media digital.

Dua narasumber dihadirkan, yakni Fauzan Ismail, Copywriter dan Digital Strategist sekaligus CEO Cerita Sumut, serta May Andriani Siregar, Social Media Specialist dan Graphic Designer.

Menurut Anwar, kemampuan membuat konten kini menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Selama ini berbagai persoalan sering ditampilkan dari sisi negatif. Padahal, melalui konten yang kreatif dan bertanggung jawab, seorang kreator juga dapat membangun citra positif suatu daerah, organisasi, maupun tokoh,” ujar Anwar.

Ia berharap peserta tidak hanya pulang membawa teori, tetapi juga membawa ide baru dan keberanian untuk mulai memproduksi konten.

“Kami ingin peserta mendapatkan wawasan baru tentang strategi komunikasi digital, pembuatan konten yang menarik, serta pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat,” katanya.

Jangan Sampai Kalah Cepat di Media Sosial

Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Deli Serdang, Anita Irma Tambunan, mengatakan banyak kegiatan Pramuka sebenarnya memiliki cerita menarik dan nilai positif, tetapi belum dikemas secara maksimal untuk publik.

“Banyak kegiatan Pramuka yang selama ini belum kita angkat dan ekspos secara baik ke dunia digital. Karena itu, saya berharap setelah pelatihan ini kakak-kakak dan adik-adik dapat lebih aktif memanfaatkan media sosial,” ujarnya.

Menurut Anita, Pramuka bukan sekadar aktivitas berkemah atau pionering. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter, mulai dari kemandirian, tanggung jawab, daya juang, kemampuan bekerja sama hingga kepedulian sosial.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, justru sangat relevan untuk dikemas menjadi konten yang dekat dengan generasi muda.

“Selain handphone, modal utama membuat konten adalah ide dan kreativitas. Mudah-mudahan setelah pelatihan ini lahir konten-konten yang menginspirasi dan dapat menularkan nilai-nilai positif kepada masyarakat,” katanya.

Kreatif Boleh, Asal Tetap Berkarakter

Meski mendorong anggotanya semakin aktif di media sosial, Anita mengingatkan bahwa kreativitas tetap harus dibarengi tanggung jawab.

Menurutnya, setiap informasi yang dibuat dan disebarkan harus terlebih dahulu dipastikan validitasnya. Konten juga tidak boleh merugikan, menyinggung atau merendahkan pihak lain.

“Jadilah konten kreator yang berkarakter. Hindari menyebarkan berita yang belum valid dan konten yang dapat menyinggung atau merendahkan orang lain,” ujarnya.

Pelatihan ini pun diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak “Pramuka Content Creator” di Deli Serdang.

Mereka diharapkan mampu mengubah kegiatan di lapangan menjadi cerita digital yang menarik—mulai dari aktivitas sosial, edukasi, lingkungan, kepemudaan hingga aksi-aksi kemanusiaan.

Sebab di era media sosial, kegiatan yang baik tidak cukup hanya dilakukan.

Harus diceritakan, dikemas dengan kreatif, dan disampaikan dengan cara yang tepat agar manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak orang. (RHy).