Kecamatan Panyabungan Barat Luncurkan Pilot Project Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Madinapos.com, Panyabungan Barat – Pemerintah Kecamatan Panyabungan Barat mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan kebersihan lingkungan dengan meluncurkan Pilot Project Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga. Mengusung tagline “Pilah Sampah dari Rumah, Kelola, dan Kurangi Sampah ke TPA”, program ini resmi dimulai sebagai wujud kepedulian atas keresahan terhadap sampah yang belum tertangani secara optimal, Jum’at (25/9).

Kegiatan peluncuran ini terlaksana berkat kolaborasi Pemerintahan Kecamatan, Desa dan Korcam Pendamping Desa dan mendapat sambutan serta antusiasme tinggi dari pemerintah desa. Pada tahap awal, program percontohan ini melibatkan dua desa, yakni Desa Hutatonga BB dan Desa Runding, yang nantinya akan direplikasi oleh desa-desa lain di wilayah Kecamatan Panyabungan Barat.

Camat Panyabungan Barat Ainannur mengatakan program ini berfokus pada kebiasaan mendasar, yaitu memilah sampah langsung dari rumah tangga menjadi tiga kategori:
_Sampah Organik diolah kembali menjadi kompos.
_Sampah Anorganik dikumpulkan untuk dijual kembali.
_Sampah Residu atau sisa pemilahan yang akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh petugas yang telah ditunjuk.

” Meskipun berjalan dengan keterbatasan anggaran dan logistik, tahap awal ini melibatkan sekitar 10 hingga 15 rumah tangga sebagai percontohan. Para peserta diharapkan mampu menjalankan pemilahan sampah secara konsisten selama tiga bulan ke depan,” katanya.

Oplus_16908288

Jika berjalan sukses, program ini akan diperluas pada tahun berikutnya, baik dari segi cakupan jumlah rumah tangga maupun sistem pengelolaannya dengan visi jangka panjang mendirikan bank sampah di setiap desa.

Camat juga mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari sebuah keyakinan kuat bahwa perubahan tidak harus dimulai dalam skala besar.

” Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Mulai manusia lahir sampai ajal menjemput, kita selalu memproduksi sampah. Lima belas rumah tangga hari ini bukan tidak mungkin berkembang menjadi 50 rumah tangga, kemudian menjadi satu desa teladan,” ujarnya.

Ia berharap gerakan dari lingkup kecil ini mampu menciptakan efek domino yang positif, dari satu desa menginspirasi satu kecamatan, dari satu kecamatan menginspirasi kecamatan lainnya, Hingga akhirnya menjadi gerakan masif yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh kabupaten.

“ Kita mulai dari yang kecil, kita jaga konsistensinya, kemudian kita kembangkan. Mudah-mudahan apa yang kita mulai hari ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa dan kecamatan lainnya,” tambahnya.

Melalui launching ini, ia juga Pemerintah berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat terbangun, bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari rumah, oleh masyarakat, demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (Suaib Rizal).