Pembangunan Ruas Jalan Provinsi Jembatan Merah-Simpang Gambir Senilai Rp36 Miliar Resmi Dimulai

Madinapos.com, Panyabungan – Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi dimulai oleh UPTD Bina Marga dan Cipta Kotanopan menyusul penandatanganan kontrak pengerjaan ruas jalan provinsi Jembatan Merah hingga Simpang Gambir senilai Rp36 miliar yang diteken pada 28 Agustus lalu. Proyek ini ditargetkan rampung dalam 120 hari kerja dan dijadwalkan selesai pada akhir tahun ini.

Ruas jalan tersebut memegang peranan vital sebagai jalur penghubung utama antara ibu kota Kabupaten Mandailing Natal menuju kawasan Pantai Barat. Wilayah yang terhubung meliputi Kecamatan Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Sinunukan, Batahan, Natal, hingga Muara Batang Gadis.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pengerjaan Ruas Jembatan Merah–Simpang Gambir, Rahmatsyah, ST, memaparkan rincian alokasi anggaran proyek yang terbagi ke dalam enam paket pekerjaan utama:
Pemeliharaan berkala jalan provinsi pada _ruas Muara Soma–Simpang Gambir: Rp5.941.181.182,00
_Pembangunan Jembatan Aek Inumon I pada ruas Jembatan Merah–Muara Soma: Rp4.333.173.585,00
_Pembangunan Jembatan Aek Inumon II pada ruas Jembatan Merah–Muara Soma: Rp3.856.039.589,00
_Pembangunan turap pada ruas Jembatan Merah–Muara Soma: Rp12.352.193.531,00
_Pembangunan turap pada ruas Muara Soma–Simpang Gambir: Rp9.837.081.315,00
_Pembangunan turap pada ruas Muara Pungkut–Simpang Banyak: Rp2.952.700.974,00.

” Pengerjaannya telah dimulai, kita targetkan rampung akhir tahun ini, semoga tidak ada kendala dilapangan, seperti cuaca dan sebagainya,” harapnya, Kamis (10/9).

Langkah percepatan infrastruktur ini disambut antusias dan mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya warga di kawasan Pantai Barat. Ketua Ikatan Mahasiswa Ranto Baek, Ahmad Afandi, menyampaikan apresiasinya atas dimulainya proyek ini mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.

Meski demikian, Ahmad Afandi berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dapat kembali menambah alokasi anggaran pada tahun anggaran berikutnya agar penuntasan ruas jalan ini bisa dilakukan secara menyeluruh tanpa setengah-setengah.

” Semoga tahun berikutnya pengerjaannya ditambah lagi, mengingat ini merupakan akses satu-satunya penghubung ke wilayah Pantai Barat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, khususnya kepada bupati dan wakil bupati, yang telah berupaya keras mengusulkan perbaikan ruas jalan provinsi ini agar mendapat perhatian dan penanganan dari tingkat provinsi.

Dengan target penyelesaian di penghujung tahun ini, masyarakat berharap pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti demi mendongkrak konektivitas, keselamatan, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Mandailing Natal bagian barat. (Suaib Rizal).