Madinapos.com, Panyabungan Barat – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana di Aula Kantor Camat Panyabungan Barat pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Acara tersebut menghadirkan Sekretaris BPBD Mandailing Natal, Mulia Raja, bertindak sebagai narasumber, serta dihadiri oleh unsur kecamatan dan desa setempat.
Ketua Panitia acara yang juga menjabat sebagai Kabid Program Sistem dan Strategi Penanggulangan Bencana, Muhammad Ali, S.Sos., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bersumber dari APBD Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 55 peserta yang merupakan utusan dari desa dan kelurahan di lingkungan Kecamatan Panyabungan Barat.
Ia menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kemandirian masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Muhammad Ali juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara, serta berharap ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dengan baik di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Camat yang hadir mewakili Camat Panyabungan Barat memberikan sambutan positif serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap melalui sosialisasi tersebut, penanganan bencana di masa mendatang bisa menjadi lebih baik, serta meminta para peserta agar lebih proaktif berdiskusi dengan narasumber.
Kepala BPBD Kabupaten Mandailing Natal, Mukhsin Nasution, saat membuka acara secara resmi menegaskan bahwa wilayah Mandailing Natal memiliki potensi ancaman bencana yang cukup dinamis. Oleh karena itu, penanggulangan bencana bukanlah urusan pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama.
” Masyarakat harus menjadi subjek utama yang tangguh dan sadar bencana, bukan sekadar menerima bantuan,” tegasnya.
Melalui kegiatan KIE ini, ia berharap loyalitas dan kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat sehingga risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materi dapat diminimalisir. (Suaib Rizal).

