Madinapos.com, Siabu – Kegiatan rehabilitasi (rehab) persawahan di Kabupaten Mandailing Natal telah mencapai progres signifikan. Pekerjaan rehabilitasi di area Tanggabosi, Kecamatan Siabu, yang sempat terkendala teknis pada akhir Mei lalu, kini telah rampung.
Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menekankan bahwa fokus utama rehabilitasi ini adalah memulihkan akses masyarakat dalam mengolah lahan. Pemerintah menargetkan petani dapat melakukan panen dalam empat bulan ke depan, guna memulihkan tonase padi yang sempat hilang.
Terkait kebutuhan sarana produksi, Wabup Atika menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengupayakan usulan bantuan bibit. Namun, tingginya antusiasme petani membuat mereka tidak menunggu bantuan pemerintah.
” Laporan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menyebutkan bahwa masyarakat telah berinisiatif secara swadaya untuk memulai persiapan tanam, termasuk tahap perendaman benih padi. Kita menyambut baik inisiatif mandiri tersebut sebagai bukti bahwa masyarakat telah siap kembali bersawah,” ujar Atika.

Selain Tanggabosi, pemerintah saat ini tengah mengawasi rehabilitasi di wilayah Nagajuang yang masih dalam tahap perbaikan. Normalisasi irigasi di wilayah tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Wabup Atika menegaskan pentingnya sistem irigasi yang optimal agar tidak mengganggu musim tanam. Ia secara khusus meminta agar setelah masa perbaikan selesai, tidak ada lagi pekerjaan konstruksi yang menghalangi atau berisiko merusak lahan persawahan warga.
Kemudian, Atika menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, pihak Kodam, Universitas Sumatera Utara (USU), pemerintah desa, serta seluruh pihak yang berkolaborasi dalam pemulihan sektor persawahan ini.
Di akhir arahannya, Atika memberikan himbauan tegas kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini ditekankan karena tumpukan sampah dapat menyebabkan penyumbatan yang berisiko memicu banjir serta berdampak buruk bagi lingkungan dan areal persawahan. (Suaib Rizal).
