Madinapos.com, Panyabungan – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dikabarkan kembali marak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina), tepatnya di Desa Panabari, Kecamatan Tano Tombangan.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, kawasan hutan yang diduga kuat masuk dalam zona Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) tersebut kini kembali porak-poranda akibat aktivitas alat berat.
Sejumlah warga setempat menuturkan bahwa puluhan unit ekskavator terlihat kembali beroperasi mengeruk tanah demi mendapatkan biji emas.
” Iya pak, ada puluhan alat berat yang beroperasi di lokasi. Selain itu, ada juga penambang yang menggunakan mesin dompeng,” ujar salah seorang warga saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, memberikan respon tegas. Ia memastikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi mengenai dugaan aktivitas ilegal yang kembali mencemari kawasan hutan tersebut.
” Terima kasih informasinya, segera kita cek ke lokasi,” ujar AKBP Bagus Priandy singkat.
Sebagai informasi, kawasan ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik dan aparat penegak hukum. Pada awal Maret 2026, tim gabungan dari Polda Sumatera Utara bersama Sat Brimob telah melakukan penggerebekan besar-besaran di lokasi yang sama.
Dalam operasi penertiban tersebut, aparat berhasil mengamankan 12 unit alat berat jenis ekskavator serta menetapkan dua orang tersangka berinisial AB (58) dan AD (38). Namun, belum berselang lama dari penindakan tersebut, aktivitas serupa kini terpantau kembali beroperasi, yang memicu kekhawatiran warga akan kerusakan lingkungan yang lebih luas di kawasan TNBG.
Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat mengambil tindakan tegas dan permanen untuk menghentikan praktik tambang ilegal yang terus berulang di wilayah perbatasan tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak TNBG masih bungkam untuk memastikan status kawasan tersebut, walaupun sudah dikonfirmasi oleh media ini. (Suaib Rizal).
