Madinapos.com, Naga Juang – Bupati Mandailing Natal (Madina) H Saipullah Nasution melakukan peninjauan langsung ke wilayah Nagajuang untuk memantau proses pemulihan pasca-bencana banjir yang terjadi pada November 2025.
Bupati menyebutkan, kunjungan ini merupakan bentuk evaluasi agar Pemerintah Daerah (Pemda) lebih responsif dalam menangani dampak bencana di lapangan.
” Fokus utama penanganan di Nagajuang mencakup area persawahan seluas 17 hektar yang terdampak pengendapan sedimen tinggi, serta aliran sungai sepanjang 1 km yang penyumbatannya belum teratasi,” katanya, Senin (27/4).
Melalui program Operasi Pemulihan Lahan Pertanian (OPLA) yang bermitra dengan TNI (Kodam), bupati mengatakan pemerintah akan melaksanakan dua agenda dengan
Normalisasi sungai sepanjang 800 hingga 900 meter serta Pemulihan lahan sawah seluas 17 hektar.

” Pekerjaan ini dijadwalkan mulai pada Jumat mendatang dengan target penyelesaian dalam kurun waktu dua minggu. Meskipun sempat terkendala pengaturan jadwal alat berat dan persyaratan teknis usia armada, pemerintah optimis petani dapat kembali bercocok tanam bulan depan. Program serupa juga akan menyasar wilayah Tangga Bosi dan Hutabargot,” sebutnya.
Selain infrastruktur, Bupati juga memberikan perhatian serius pada pemulihan ekonomi warga yang terdampak secara signifikan meski rumah mereka tidak terendam dengan berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan distribusi bantuan, termasuk beras.
Pemerintah daerah juga telah mengajukan usulan bantuan kepada Kementerian Sosial bagi Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan mata pencaharian akibat lahan rusak, dengan rincian :
Bantuan Perbaikan Ekonomi Sebesar Rp5.000.000 per KK.
Bantuan Perbaikan Alat Rumah Tangga: Sebesar Rp3.000.000.
Perbaikan Rumah: Dana untuk kategori rumah rusak ringan dan sedang telah diterima.
Terkait bantuan benih kepada petani yang terdampak, bupati menjelaskan pemerintah akan mengusulkan pengadaan bibit melalui APBN.
” Menteri Pertanian sangat fokus pada ketahanan pangan dan akan merespons cepat kebutuhan bibit, pupuk, maupun alat pertanian,” pungkasnya. (Suaib Rizal).











