Madinapos.com, Panyabungan – Kondisi infrastruktur jembatan gantung (rambin) di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini menjadi sorotan tajam. Menanggapi keluhan warga yang kian memuncak, Pemerintah Kabupaten Madina dan pihak Kecamatan menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti tuntutan pembangunan jembatan permanen dan perbaikan jalan.
Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution menyatakan atensinya terkiat kondisi jembatan tersebut.
” Terima kasih informasinya, kami akan atensi,” kata Bupati, Selasa (31/3).
Senada dengan hal tersebut, Camat Ranto Baek Sopian S, Ag memberikan penjelasan yang lebih mendetail mengenai langkah konkret yang akan diambil. Ia menegaskan bahwa persoalan infrastruktur di Desa Ranto Panjang akan menjadi agenda utama dalam pertemuan tingkat Kabupaten.
” Terima kasih, akan kita bawa masalah ini ke acara Musrenbang Kabupaten hari Senin depan yang juga dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara,” ungkap Camat Ranto Baek.
Mendengar respons positif dari jajaran pemerintah, berbagai elemen masyarakat Desa Ranto Panjang mulai dari Pemerintah Desa, BPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga ibu-ibu PKK menyampaikan apresiasi yang mendalam.
Kepala Desa Ranto Panjang, Kari Muda Nasution, didampingi Untung Pulungan, menyatakan bahwa warga sangat menaruh harapan besar pada janji pemerintah tersebut.

” Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Camat. Semoga sehat dan sukses selalu. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar mereka.
Meski mengapresiasi respons pemerintah, warga tetap memberikan desakan agar pembangunan segera direalisasikan. Situasi infrastruktur saat ini dinilai sudah menjadi “alarm keras” karena menyangkut keselamatan nyawa manusia.
Warga mendesak pemerintah untuk
Peningkatan status jalan menjadi jalan kabupaten atau provinsi, kemudian Pembangunan jalan hotmix sepanjang 3 kilometer dan Pembangunan jembatan permanen dengan bentang sekitar 70 meter.
Bagi warga Ranto Panjang, tuntutan ini bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menopang urat nadi ekonomi dan menjamin keselamatan mobilitas generasi mendatang. Mereka berharap agar rencana ini tidak hanya berhenti di meja diskusi Musrenbang, tetapi segera masuk dalam tahap eksekusi fisik. (Suaib Rizal).











