Madinapos.com, Kotanopan – Upaya pemulihan lahan pascatambang di Kabupaten Mandailing Natal terus menunjukkan progres positif. Kelompok Tani Saroha Kelurahan Kotanopan kembali melaksanakan penanaman padi di lahan Saba Arambir, yang merupakan bekas area pertambangan, Senin (9/3/2026).
Langkah nyata ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan yang sebelumnya rusak akibat aktivitas tambang agar kembali produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari lintas sektoral. Hadir di lokasi jajaran Koramil 14 Kotanopan, unsur Forkopimcam Kotanopan, serta perwakilan Dinas Pertanian Kotanopan.
Kehadiran unsur TNI dan pemerintah ini menjadi suntikan semangat bagi para petani untuk konsisten mengalihfungsikan lahan tidur eks tambang menjadi lumbung pangan.
Pantauan di lapangan, para anggota kelompok tani tampak antusias bahu-membahu menghijaukan kembali hamparan Saba Arambir. Semangat gotong royong terlihat jelas saat mereka menyelesaikan proses penanaman padi di lahan yang kini mulai tertata kembali tersebut.
Ketua Kelompok Tani Saroha, Maraginda Hakim Nasution SH, yang selama ini dikenal vokal dalam komitmen penghijauan lahan pascatambang, terus mendorong anggotanya agar tidak membiarkan lahan bekas tambang terbengkalai. Meski kali ini ia berhalangan hadir karena agenda mendesak lainnya, visi “menghijaukan kembali” tetap dijalankan dengan konsisten oleh para anggota di lapangan.
” Kami berharap lahan yang dulunya rusak ini bisa kembali subur dan menghasilkan. Selain untuk memperbaiki lingkungan, fokus utama kami adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di Mandailing Natal,” ujar salah satu anggota kelompok tani di sela kegiatan.

Transformasi Saba Arambir dari lahan eks tambang menjadi sawah produktif diharapkan menjadi pilot project bagi wilayah lain di Mandailing Natal dalam hal reklamasi lahan secara mandiri oleh masyarakat. (Suaib Rizal).
