Madinapos.com, Panyabungan – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, memimpin rapat koordinasi pemerintahan di Aula Kantor Bupati Madina, Sabtu (10/02/2026).
Dalam rapat ini menghasilkan sejumlah instruksi krusial terkait pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan serta percepatan program ekonomi kerakyatan.
Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah menyoroti anomali harga daging yang dinilai tidak wajar. Bupati H. Saipullah Nasution memerintahkan tim analisis untuk menyelidiki disparitas harga yang cukup tinggi dibandingkan daerah tetangga.
” Ada anomali yang sedang kita teliti melalui tim analisis. Contohnya harga daging khas di Sidimpuan itu Rp135.000, sementara di Madina bisa mencapai Rp180.000. Jarak kita hanya 70 kilometer dan akses transportasi lancar, maka penyebab kenaikan ini harus segera ditemukan,” tegas Bupati.
Langkah preventif ini diambil guna menekan angka inflasi menyambut momentum Imlek, bulan suci Ramadan, dan Idul Fitri, di mana permintaan kebutuhan pokok masyarakat biasanya meningkat tajam.
Selain persoalan harga pangan, Bupati juga memaparkan tiga pilar penguatan ekonomi daerah yang akan segera dieksekusi di sektor pertanian dimana Pemerintah daerah bekerja sama dengan Universitas Medan Area (UMA) melakukan revitalisasi Pisang Kepok dan Sitabar. Lahan seluas 5 hektare di Panyabungan Barat telah disiapkan sebagai pusat pembibitan.
Rencana budidaya Pisang Abaka di wilayah Aek Nabara yang ditargetkan mulai berjalan pada bulan depan sebagai upaya diversifikasi penghasilan petani. Dan penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput untuk memastikan perputaran modal tetap berada di desa.
Bupati berharap seluruh OPD terkait bergerak cepat dalam menjalankan instruksi ini agar stabilitas ekonomi di Mandailing Natal tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu oleh lonjakan harga yang tidak rasional. (Hamzah).











