Madinapos.com, Kotanopan – Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Muara Tagor, Desa Muara Pungkut, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali memakan korban jiwa. Insiden longsor yang terjadi pada Sabtu sore (31/1) mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban yang merupakan warga Desa Huta Dangka tersebut sedang melakukan pencarian emas di lokasi bekas galian tambang. Nahas, material tanah di lokasi tiba-tiba longsor dan menimbun ketiganya.
Kepala Puskesmas Kotanopan, dr. Saleh, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangani para korban pascakejadian seperti Budi Hartono (49) Meninggal dunia (telah dilakukan visum di rumah duka), Musdi Lubis (50) Luka berat (patah kaki), Ahmad Sarif (30) Luka-luka/lecet.
” Dua korban luka sempat menjalani perawatan di Puskesmas setelah dievakuasi warga dari lokasi tambang. Sementara korban meninggal dunia langsung dibawa ke rumah duka di Desa Huta Dangka,” jelas dr. Saleh, Minggu (1/2).
Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan bahaya aktivitas tambang ilegal di wilayah Mandailing Natal yang kerap mengabaikan standar keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan. (Suaib Rizal).











