Madinapos.com – Panyabungan.
Kantor Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Kabupaten Mandailing Natal menyelenggarakan pisah sambut posisi Kepala Balai dari Rimbawan Gunawan Alza, S.Hut ke Teguh Setiawan, S.Hut, MM di Hotel D’Sun Panyabungan.
Teguh Setiawan, yang sebelumnya bertugas di Taman Nasional Gunung Ceremai, Kabupaten Kuningan Prov.p Jawa Barat (insert photo sebelah kiri) adalah orang lama yang pernah bertugas di Wilayah Sumatera Utara sehingga cukup mengenal Kawasan Taman Nasional Batang Gadis.
Setelah acara seremonial sambutan, Rimbawan Gunawan Alza, S.Hut menyampaikan berterimakasih atas sambutannya di Kabupaten Mandailing Natal. Ia mengatakan seiring waktu saat ini paradigma konservasi lingkungan juga telah berubah,” saat ini ada paradigma konservasi lingkungab yaitu hutan terjaga dan masyarakat sejahtera”, papar pria kelahiran Tanjung Karang 1976 ini.
Sebelumnya, Faisal Nasution, mewakili Sekretaris Daerah Pemkab Madina menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Mandailing Natal,” sebagai mitra, Pemkab Madina terbuka untuk dialog dan kerjasama berbagai hal untuk mendukung tugas Kepala Balai TNBG Madina”, tutupnya.
Sambutan Tokoh Media Faslah Siregar menyebutkan bahwa Bumi Gordang Sambilan selalu menerima kehadiran pihak manapun yang ingin menjaga kelestarian hutan di Kabupaten Mandailing Natal,” kita terlibat sejak awal berdirinya TNBG, itu adalah sebuah komitmen kita untuk menjaga hutan kita tetap lestari”, ungkapnya.
Sementara Ir. Ali Mutiara Rangkuti, MM (Tenaga Ahli Bupati) menyampaikan saat ini sedikitnya ada 112 sumber mata air di Taman Nasional Batang Gadis yang harus terus kita jaga agar terus mengalirkan air jernih bagi keberlangsungan kehidupan semuanya.
Ia mengatakan beberapa waktu lalu adanya ancaman pengrusakan yang dilakukan oknum pencari emas dalam kawasan TNBG,” menurut saya lebih penting kita menjaga sumber air itu terus mengalir jernih dari pada emas yang secara nyata menimbulkan kerusakan lingkungan sedemikian parah”, ungkap PU Madina Pos ini.
“Makanya kami mendukung seluruh alat berat ekscavator mereka ditahan, agar menimbulkan efek jera bahwa mengganggu Kawasan TNBG resikonya besar secara hukum”, tutupnya. (am)











