Madinapos.com – Panyabungan.
Pasien korban gas beracun H2S PT. SMGP yang rata – rata berasal dari Banjar Manggis Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara mengaku telah mematuhi himbauan perusahaan agar menjauh karena akan ada ujicoba pembukaan sumur Wellpad AA.
“Saya sedang berada dirumah pak, sekitar 17.30 Wib sedang masak, tiba – tiba saja udara berbau dan nafas menjadi sesak mau muntah, saya langsung minta tolong dan keluarga saya yang lain merasakan hal yang sama namun segera melarikan saya bersama anak bayi saya menjauh dari lokasi”, papar Rauliah ke media ini di RSUD Panyabungan, Minggu (6/3) malam.
Ia juga mengatakan korban lainnya rata-rata perempuan dan sedang dirumah,” kami sedang dirumah pak, kok bisa tidak aman juga lalu kami harus pergi kemana”, tambanya sambil menyusui bayinya.
Hal senada disampaikan Endang Suprianti. Ia mengaku juga sedang dirumah bersiap – siap mau masak,” kan menjelang magrib pak, kita semua dikampung biasanya dirumah saja, tapi terkena juga”, paparnya.
“Saya sempat muntah, perut mulas dan kepala saya sakit pak”, ungkapnya saat ditemani suaminya.
Sementara seorang bapak tua yang merupakan orang tua pasien Rauliah mengatakan bahwa jarak Kampung Manggis itu dengan lokasi Wellpad AAE itu sekitar 300 meter,” saya sudah pernah protes ke Kepala Desa karena jarak sumur dengan kampung terlalu dekat, namun waktu itu kata mereka 200 meter saja sudah tidak berdampak”, ungkapnya.
“Jadi sekarang harus bagaimana kami nak, rumah kami katanya jauh dan aman, tapi inilah kami terdampak juga”, tutupnya dengan nada sedih. (Am)











