Madinapos.com-Kayulaut : Baru seminggu selesai, proyek bangunan drainase atau parit di jalan lintas Desa Tanobato, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal (Madina) sudah mengalami kerusakan, rusaknya bangunan drainase ini diduga akibat tidak sesuai spek campuran semen dan pasir yang tidak menggunakan takaran sebagai mana mestinya. dikerjakan secara manual yang seharusnya dikerjakan dengan alat molen cor beton.
Pantauan Madinapos di lokasi, ada panjang 30 meter kondisi bangunan drainasenya sudah rusak. Kerusakannya seperti bangunan dek paret yang ambruk dan lantai drainase yang terkelupas.
Selain akibat adukan semen yang asal jadi, dugaan lain, galian pondasi drainase juga menjadi persoalan sehingga bangunan drainase ambruk. Proyek yang di gagas oleh Bina Marga Kotanopan itu diduga asal asalan dan tidak memenuhi standar kualitas bangunan dan diduga sarat dengan korupsi.
Kurang nya pengawasan dari PPK Bina Marga juga menjadi salah satu faktor, sehingga kontraktor sesuka hati melaksanakan pekerjaan proyek itu.
Abdul manaf warga setempat pada Madinapos mengatakan proyek tersebut baru selesai 2 hari yang lalu,namun kondisinya sekarang sudah hancur dan tidak sesuai dengan kualitas yang dicantumkan.
“Selama pembangunan parit ini saya tidak pernah melihat plang proyek terpasangkan, jadi untuk anggaran bangunannya saya tidak tahu pasti karena kontraktornya tertutup dan tidak ada kordinasi dengan kepala desa dan masyarakat setempat,”katanya
Manaf berharap, Inspektorat Provinsi melakukan pemeriksaan terhadap proyek ini, karena jelas, uang negara yang di gelontorkan untuk pembangunan drainase ini tidak ada manfaatnya, justru akan menimbuljan genangan air dan bisa merusak jalan provinsi lintas Tanobato.
Reporter : Dedek











