Madinapos.com-Padang Lawas: untuk menghilangkan rasa trauma pasca banjir bandang di sejumlah desa di Kecanatan Batang Lubu Sutam, Padang Lawas, yang terjadi dipenghujung tahun 2021 lewat, sejumlah relawan diturunkan. Mereka membuat sekolah terbuka bagi anak anak korban banjir.
Para anak anak korban banjir ini di kumpul di suatu lapangan terbuka, pata relawanpun memberikan beragam kegiatan hiburan dan kuis untuk menghilangkan rasa jenuh anak anak korban banjir karena memang, saat ini mereka belum bisa efektif bersekolah karena kondisi sekolah masih rusak akibat banjir bandang.
Pelayanan pendamping Psychosocial Support Programe (PSP) kepada anak-anak ini sebagai terapi untuk memulihkan rasa trauma ini sudah berlangsung selama 5 hari.
Pantauan Madinapos di lapangan, kali ini yang mengisi materi Support Programe adalah nak anak PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ) dari Universitas Sekolah Tinggi Agama Islam Barumun Raya ( STAIBR ).

untuk menghilangkan rasa trauma pasca banjir bandang di sejumlah desa di Kecanatan Batang Lubu Sutam, Padang Lawas, sejumlah relawan diturunkan. Mereka membuat sekolah terbuka bagi anak anak korban banjir.
Siti Azizah Hasibuan salah satu tim relawan sekolah terbuka korban banjir ini pada Madinapos mengaku, kegiatan ini dilakuakanya bersama rekan rekan sebagi bentuk kepedulian terhadap nasip anak dan pendidikan anak.
” dengan kegiatan seperti ini, anak sedikit demi sedikit bisa melupakan kesedihannya dan mengembalikan keceriaan mereka” jata Azizah
Di tambahkannya, Dengan cara menghibur melalui berbagai edukasi permainan ternyata anak-anak mulai kembali ceria dan terlihat senang serta lupa bahwa mereka adalah korban banjir.

Wajah anak anak korban banjir ini terlihat senang dengan adanya sekolah terbuka ini.
Menurut dia, Melalui permainan edukatif, bernyanyi dan bercerita serta berinteraksi langsung dengan anak-anak memudahkan pihaknya dalam menjalankan misinya yakni menghilangkan rasa traumanya.
Kami berharap kata Azizah yang juga Bendahara Umum PMII Palas, agar mereka tetap memiliki semangat dan mental yang kuat menghadapi musibah yang menimpa dirinya dan keluarganya. dan kita memberikan edukasi positif dengan menghibur serta memberikan mereka pemahaman tentang musibah yang terjadi ini dan mengajak mereka tertawa.
Reporter: A Salam Srg.











