Madinapos.com-Panyabungan: terkait proyek pembangunan sarana air bersih di Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal yang nilai anggarannya mencapai Rp.1,1 Milyar sumber dana Dana Alokasi Khusu ( DAK ) Plt.Kepala Dinas Perkim Armada pada Madinapos Rabu 29/12/2021 mengaku, sudah memerintahkan PPK untuk memeriksa segala kerusakan yang terjadi pada proyek pembangunan sarana air bersih di Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal sudah kita minta kontraktor memperbaiki selama masa pemeliharaan.

PPK Dinas Perkim saat PHO Proyek Air Besih di Kelurahan Simpang Gambir
Armada mengakui bahwa proyek itu sudah di PHO, dan setelah PHO, terjadi penyumbatan pada pipa sehingga terjadi kebocoran di pipa saluran air dan air tidak bisa mengalir ke keran air yang ada di pemukiman penduduk.
” kita sudah memerintahkan PPK untuk memberitahu pihak kontraktor agar memperbaiki kerusakan yang ada, karena saat PHO, air mengalir dengan baik ke keran air yang dibuat di pemukiman penduduk, namun karena terjadi hujan lebat, kondisi air menjadi keruh dan berlumpur, lumpur ini yang membuat penyumbatan di papa saluran air” kata Armada.
Armada mengaku, apabila hujan deras turun , kendala nya memang kondisi air akan keruh dan berlumpur” kalau kondisi ini terus terjadi, otomatis air tidak bisa dimanfaatkan warga” kata Armada.
Sesuai laporan PPK ke dirinya, Plt Kadis Perkim jni mengaku bahwa kebocoran pipa juga sudah di perbaiki dan air sudah mengalir baik ke keran yang di buat di pemukiman warga.
Perbaikan saluran pipa air bersih yang bocor proyek air bersih di Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu dengan nilai kontrak Rp.1,1 M sumber dana DAK
Diketahui, perusahaan pengerjaan proyek air bersih ini adalah CV. Aulia Rizky Pratama dengan nilai kontrak lebih kurang Rp.1,1 Milyar sumber Dana Alokasi Khusu di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ( Perkim ).
Pantauan Madinapos di lokasi, terjadi kerusakan di beberapa titik pemipaan, mulai dari Pipa yang bicor dan tidak adanya pengalokasian anggara untuk pengerukan Bak penampung air sehingga bak penampung tetap dangkal dan berlumpur.
Proyek yang bernilai pantastis ini juga dinilai tidak memiliki kajian karena jelas pengakuan Kepala Dinas sendiri, proyek Saluran Air Bersih ini tidak akan bermanfaat bagi warga apabila kondisi air hujan karena air akan keruh dan berlumpur.
Reporter : Red/ Sakti Lubis












