Madinapos.com – Hutabargot.
Khoirun Nasution, Anggota DPRD Mandailing Natal dari Partai Perindo mengatakan usai banjir bandang akibat meluapnya Aek Simalagi yang terjadi Sabtu (17/12) lalu di Kecamatan Hutabargot menyebabkan jebolnya Bendungan Ungkir, saluran irigasi patah dan tertutup pasir serta area persawahan digenangi lumpur.
“Saya berharap kepada Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal untuk menyegerakan melakukan perbaikan infrastruktur pertanian seperti bendungan dan dan tali air”, ungkapnya ketika ditemui bersama masyarakat saat bergotong royong membuat tanggul sementara.
Ia juga mengatakan akibat air tidak mengalir mana mungkin petani turun kesawah dan itu berakibat lumpur mengering,”jadi agar petani segera kembali beraktivitas dan turun kesawah maka yang pertama diperbaiki saluran irigasi, itulah makanya kita bersama masyarakat turun bergotong royong hari ini”, ungkap Anggota DPRD Madina Komisi II ini.
“Perlu juga saya sampaikan, untuk wilayah Hutabargot ini seharusnya petani sudah mulai turun kesawah, karena mayoritas warga disini bergantung dari hasil pertanian”, tambah Khoirun.
Ia juga mengatakan jika irigasi tidak segera diperbaiki maka masyarakat di Hutabargot ini dikhawatirkan akan kembali menjadi pekerja tambang,” tolonglah, ini hal yang sangat sulit disampaikan, banyak keluhan yang saya terima, kalau bisa disegerakan perbaikan irigasinya, karena kemampuan warga juga sangat terbatas”, ungkapnya.
” Saran saya segeralah pergunakan Dana TT untuk mengatasi situasi sulit ini”, saran Anggota DPRD Madina yang dekat dengan kalangan petani ini.
Berdasarkan data yang ada pada Madina Pos, kerusakan dampak banjir Aek Simalagi di Wilayah 14 desa Kecamatan Hutabargot terparah dialami Desa Binanga, Hutarimbaru, Bangun Sejati dan Kumpulan Setia menyebabkan puluhan hektar areal persawahan rusak parah.(**)
Penulis : Red
Photo : Red











