Madinapos.com-Panyabungan : Banjir yang menerjang sejumlah Kecamatan di Mandailing Natal, Sumatera Utara tidak hanya merendam pemukiman warga, namun juga meluluh lantakkan areal pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal Sihar Nasution pada Madinapos Minggu 19/12/2021 mengatakan, dari data yang di terima Dinas Pertanian, ada 6200 hektar sawah yang gagal panen dan rusak, sementara untuk tanaman palawija dan holtikultura ada 250 Hektar.
Total itu kata Sihar Nasution berada di Kecamatan yang terdampak banjir dan ini sudah di laporkan langsung ke provinsi dan Kementerian.
Dari informasi yang di dapat Madinapos, dari 6200 Hektar sawah dan 250 hektar tanaman palawija dan holtikultura yang rusak dan gagal panen diantaranya ada di Kecamatan Huta Bargot tercatat luas lahan rusak sekitar 60 hektar, lahan bakunya 750 hektar. Informasi ini diperkuat keterangan Sekcam Hutabargot Evi Adilla yang dihubungi Madinapos.
Selain Huta Bargot, banjir juga merusak tanaman padi warga Kecamatan Siabu, di Desa Huta Godang Muda. 120 hektar lahan pertanian di desa ini rusak total akibat banjir, sementara di Desa Muara Batang Angkola dari data desa setempat ada 30 Hektar lahan lertanian yang rusak akibat banjir ini.
Di Kecamatan Bukit Malintang, di 3 Desa yakni Janji Matogu, Malintang Jae dan Malintang Julu ada 20 Hektar lahan sawah yang rusak total.
Di Kecanatan Nagajuang, Desa Humbang
Komoditi jagung luas 2.5 Ha Umur 3 minggu
tertimbun material pasir dan kumour akibat banjir. Sementara di Desa Tambiski Luas Lahan Padi Rusak 2 Ha.terancam 10 Ha
Umur tanaman 14 s.d 60 HST.
Di Kecamatan Batahan data dari Camat Setempat Sawah/padi seluas 15 Ha di desa batu sondat, kemudian Kebun jagung :5 Ha di Kotofuad desa batu sondat. Selain itu, dari data Kecamatan ada juga Kebun Cabe seluas 3 Ha di desa Bintungan Bejangkar.
Reporter : Tim Redaksi











