Madinapos.com, Panyabungan – RSUD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) melaksanakan kegiatan Studi Tiru (Kaji Banding) ke RSUD Panyabungan pada Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi fleksibilitas Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta pengembangan mutu layanan rumah sakit.
Acara yang dipusatkan di Aula Lantai II Gedung BKIA RSUD Panyabungan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan, Direktur RSUD Tapanuli Selatan, beserta jajaran manajemen. Rombongan disambut hangat oleh Direktur RSUD Panyabungan, dr. M. Rusli Pulungan, Dewas RSUD dan jajaran pejabat struktural dan fungsional.
Dalam sambutannya, Dr. Sri Khairunnisa, MH.MKM., Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antardaerah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Senada dengan hal tersebut, Direktur RSUD Tapanuli Selatan dr. Hodri Amat Muda Simatupang, menuturkan harapannya agar kegiatan studi tiru ini mampu memberikan wawasan baru terkait penerapan PPK BLUD di RSUD Tapanuli Selatan.
Menanggapi kunjungan tersebut, Direktur RSUD Panyabungan, dr. M. Rusli Pulungan, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan forum yang tepat untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik (best practice) dalam tata kelola rumah sakit.
“RSUD Panyabungan hadir bukan untuk mengajari, tetapi untuk berbagi pengalaman. Harapannya, kita dapat tumbuh dan maju bersama. Tapanuli Selatan adalah abang kandung bagi Kabupaten Mandailing Natal, sehingga kolaborasi ini menjadi sangat penting,” ungkap dr. Rusli.
Sesi Diskusi dan Telusur Lapangan
Setelah seremoni pembukaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi diskusi mendalam mengenai teknis manajemen BLUD dan sistem operasional rumah sakit. Delegasi RSUD Tapanuli Selatan secara aktif menggali informasi terkait strategi efisiensi dan fleksibilitas keuangan yang telah berhasil diterapkan oleh RSUD Panyabungan.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan telusur lapangan. Rombongan meninjau langsung berbagai fasilitas dan unit pelayanan di RSUD Panyabungan untuk melihat implementasi nyata dari sistem manajemen yang telah didiskusikan.
Melalui komunikasi yang konstruktif ini, kedua belah pihak berharap hubungan kerja sama antarfasilitas kesehatan di wilayah Tabagsel akan semakin erat, sekaligus menjadi pendorong lahirnya inovasi pelayanan bagi masyarakat luas. (Hamzah).











