Menu

Mode Gelap

Nasional

Mediasi Buntu, RS Permata Madina Kini Terancam Gugatan Malapraktik Pasien RSH


					Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Madinapos.com, Panyabungan – Kasus dugaan malapraktik yang menimpa pasien berinisial RSH di Rumah Sakit (RS) Permata Madina, Mandailing Natal, memasuki babak baru. Direktur RS Permata Madina, dr. Evan Doni, kini menyatakan pihaknya menutup diri dari penjelasan teknis dan memilih fokus menghadapi somasi hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Doni pada Selasa (31/03/2026), setelah sebelumnya bungkam meski telah dikonfirmasi sebanyak lima kali oleh awak media sejak kasus ini mencuat.

” Saya kira sudah lengkap dan viral beritanya. Jadi, izinkan kami untuk konsentrasi menghadapi somasi yang sudah kami terima,” ujar Doni singkat, menolak menjelaskan rincian dua somasi yang diterimanya pada Senin kemarin.

Peristiwa tragis ini bermula saat RSH dilarikan ke RS Permata Madina akibat keluhan lambung setelah terjatuh di rumahnya. Namun, prosedur medis yang seharusnya menyembuhkan justru berujung pada hilangnya anggota tubuh pasien.

Pasien didiagnosa menderita masalah lambung (asam lambung), Perawat memasang infus di tangan kiri pasien. Tak lama, area tersebut membengkak hebat hingga jarum harus dipindahkan ke tangan kanan, Bukannya membaik, tangan kiri pasien justru menghitam dan lebam permanen pada bagian jari-jari.

Setelah sempat dioperasi di RS Permata Madina namun gagal, pasien dirujuk ke RS dr. M. Djamil, Padang. Di sana, tim medis mengambil keputusan pahit, tangan kiri RSH harus diamputasi karena jaringan sudah mati.

Lebam serupa sebenarnya sempat muncul di tangan kanan pasien, namun beruntung masih dapat diselamatkan melalui pengobatan intensif.

Keluarga RSH memutuskan melayangkan somasi setelah upaya mediasi berkali-kali menemui jalan buntu. Orang tua korban merasa pihak manajemen rumah sakit tidak menunjukkan tanggung jawab yang tulus atas kondisi cacat permanen yang diderita anak mereka pasca-perawatan.

” Intinya, anak kami masuk karena asam lambung, tapi keluar dengan tangan sudah dipotong,” tegas pihak keluarga.

Kini, publik menanti bagaimana kelanjutan proses hukum ini, di tengah sorotan tajam terhadap standar keselamatan pasien dan profesionalisme tenaga medis di salah satu rumah sakit swasta terbesar di Mandailing Natal tersebut. (Suaib Rizal).

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

RS Permata Madina Disomasi: Diduga Malapraktik, Pasien Masuk Sakit Lambung Berujung Amputasi

30 Maret 2026 - 15:51

Tuntaskan Perbaikan Infrastruktur, Masa Transisi Darurat Bencana Madina Resmi Diperpanjang 3 Bulan

29 Maret 2026 - 21:19

Dukung “Beri Ruang Untuk Bumi”, Artha Graha Peduli Bersama PT RMM dan PT DIS Gelar Aksi Earth Hour 2026

28 Maret 2026 - 22:12

Rapat Perdana Pasca Lebaran, Pemkab Madina Fokus Akselerasi IPR dan Transformasi BUMD

26 Maret 2026 - 15:24

Soroti Wacana WFA Pendidikan, Tokoh Pemuda Madina : Jangan Sampai Terjadi Diskriminasi Akses Belajar

25 Maret 2026 - 17:16

Lima Hari Tragedi MAUT PETI Batang Natal, Polisi Masih ‘Tahap Penanganan’, Siapa Aktor Intelektualnya?

22 Maret 2026 - 17:09

Trending di Nasional