Madinapos.com, Panyabungan Barat – Gerak cepat Bupati Mandailing Natal (Madina) H Saipullah Nasution menetapkan masalah pengelolaan sampah sebagai prioritas utama untuk menanggapi keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah yang menutup akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batang Gadis di Panyabungan Barat.
Hal ini dikatakan Bupati saat melakukan peninjauan langsung dengan menginstruksikan langkah darurat penanganan TPA tersebut yang saat ini kritis akibat longsoran sampah yang menutup akses truk sejak cuaca ekstrem November lalu.
Untuk mengatasinya, Bupati mengatakan akan menambahkan sejumlah alat berat dilokasi, seperti sewa ekskavator dan bulldozer serta bantuan alat berat dari Dinas PU dan PT SMGP untuk pembersihan dan pengerasan jalan ditargetkan selesai dalam satu minggu ini, sehingga truk pengangkut bisa langsung membuang sampah ke area pemrosesan, bukan lagi di bahu jalan.
” Solusi jangka panjang terkiat sampah ini harus dimulai dari hulu (rumah tangga), Kita juga akan meluncurkan program Bank Sampah di tingkat desa yang mewajibkan pemilahan sampah organik untuk diolah menjadi pakan ternak atau pupuk kompos,” katanya, Sabtu (21/2) siang.
” Juga sampah non organik dikumpulkan di bak penampungan desa untuk dijual kembali kepada pengepul dan bernilai ekonomi bagi warga, sehingga bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA secara drastis,” tambahnya.
Dengan pemilahan ini, kata Bupati, beban TPA berkurang dan proses pembusukan alami menjadi lebih cepat.
Bupati juga menyinggung bahwa sebelumnya telah menjejaki kerjasama kerja sama dengan investor seperti grup Medco terkait teknologi pengolahan sampah, namun terkendala anggaran dan juga volume sampah Madina yang masih di bawah 200 ton per hari membuat investasi teknologi energi sampah belum mencapai skala ekonomis yang ideal.
Diakhir, bupati mengimbau peran aktif media dan juga tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan perubahan pola pikir warga terkait stop membuang sampah ke sungai.” Mari membuang sampah pada tempatnya sesuai kategori organik dan non-organik,” pungkasnya. (Suaib Rizal).











