Madinapos.com, Panyabungan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mandailing Natal (Madina) terus mendesak Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy mengungkap siapa di balik tewasnya penambang emas tanpa izin di Desa Muara Pungkut, Kecamatan Kotanopan, Madina.
Ketua PC PMII Madina Abdul Rahman Hasibuan menegaskan bahwa hukum harus benar-benar ditegakkan dalam peristiwa ini, mengingat AKBP Bagus Priandy adalah mantan penyidik profesional yang bertugas selama delapan tahun di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“PMII akan terus berkomitmen mengawal perjalanan kasus ini. Pemilik lahan dan pengelola tambang emas tanpa izin itu harus ditangkap supaya ada efek jera. Mereka harus bertanggung jawab,” kata dia, Senin (9/2/2026).
Rahman menilai, penyelidikan kasus ini terlalu lamban. PMII akan melakukan unjuk rasa jika kasus ini tidak ditangani sesuai prosedur yang berlaku.
“Peristiwa ini terjadi pada 31 Januari 2026. Sampai dengan hari ini 9 Februari 2026 belum ada keterangan resmi soal hasil penyelidikan maupun penyidikan, ada apa?,” tegas dia.
Abdul Rahman juga menilai, Polres Madina sejak dahulu tidak pernah mengusut secara tuntas peristiwa tewasnya warga di sejumlah titik tambang emas di Madina yang terjadi berkali-kali.
Misalnya, pada 13 Juni 2025, tambang emas di Dusun Pulo Padang, Lingga Bayu, tewaskan nyawa Rokman (37) tidak ada penegakan hukum yang jelas dari Polsek setempat maupun Polres Madina.
Ditambah lagi insiden tewasnya dua bocah di bekas tambang emas ilegal di Desa Rantobi, Batang Natal. Peristiwa ini berlangsung pada Mei 2025. Polisi tidak berhasil menangkap terduga pengelola tambang tersebut yang diketahui berinisial M. Kasus ini menjadi sorotan publik karena lambatnya proses hukum meskipun telah memakan korban jiwa.
Hingga berita ini dimuat, Kapolres Madina yang dihubungi tanggal 1 dan 4 Februari 2026 memberikan jawaban yang sama bahwa Polsek Kotanopan dan Sat Reskrim Polres Madina masih menangani.
“Terima kasih informasinya bapak. saat ini sedang dalam penanganan Polsek Kotanopan dan Sat Reskrim Polres Madina,” katanya. (Suaib Rizal).











