Madinapos.com, Panyabungan – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mandailing Natal (Madina) Hj Salbiah S, Ag MM meminta kepada peserta Olimpiade Seni, Akademik dan Olahraga (OSAKA) 2026 agar menjunjung tinggi sportifitas dalam perlombaan ini.
Hal ini diungkapkannya dalam sambutannya di acara pembukaan perlombaan tahunan itu dilapangan kebanggaan sekolah paling berprestasi di bumi gordang sambilan tersebut.

Dimana acara yang dilaksanakan mulai 7-8 februari 2026 ini dipusatkan di MAN 1 Mandailing Natal dengan diikuti 1.400 an siswa/siswi dari SMPN/S dan MTSN se Kabupaten Mandailing Natal.
Hj. Salbiah menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan sarana untuk mempererat silaturahmi antar-sekolah dan madrasah di seluruh wilayah Mandailing Natal. Karena menurutnya, karakter jujur dan disiplin yang ditunjukkan di lapangan jauh lebih penting daripada hasil akhir.
” Kemenangan itu penting, tapi kejujuran dan sportivitas adalah segalanya. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan mahir dalam seni serta olahraga, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi,” ujar Hj. Salbiah di hadapan ribuan peserta yang memadati lapangan.
Salbiah juga berharap, siswa-siswi berprestasi dalam ajang ini dapat menjadi calon-calon bibit unggul yang nantinya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang madrasah aliyah dengan bekal prestasi yang mumpuni.
“Kami ingin melihat potensi terbaik dari anak-anak kita. MAN 1 Madina siap menjadi wadah bagi mereka untuk terus berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional,” tambahnya.
Diakhir, Salbiah tidak lupa mengucapkan terimakasihnya kepada para Panitia yang terdiri dari dewan guru pengajar dan pendamping dari Sekolah MAN 1 Mandailing, juga kepada siapa saja yang ikut serta dalam perhelatan ini.

Perhelatan tahun ini mencatatkan rekor partisipasi yang luar biasa. Sebanyak 1.400 siswa-siswi tingkat menengah pertama bersaing dalam berbagai cabang perlombaan.
Kehadiran ribuan siswa ini mengubah suasana MAN 1 Madina menjadi pusat kreativitas dan kompetisi yang penuh energi. Para pendamping dan guru dari berbagai SMP serta MTs tampak antusias memberikan dukungan moral bagi anak didiknya yang bertanding. (Suaib Rizal).











