Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Bupati Launching Program Simpastatin, Lubuk Pakam Jadi Pilot Project


					Bupati Launching Program Simpastatin, Lubuk Pakam Jadi Pilot Project Perbesar

Madinapos.com, Lubuk Pakam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang meluncurkan Program Sampah Tertata dan Terintegrasi (Simpastatin) di Lapangan Segitiga Lubuk Pakam, Sabtu (24/1/2026).

Kecamatan Lubuk Pakam menjadi pilot project pelaksanaan program ini karena konsistensinya dalam meraih penghargaan Adipura.

Menurut Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, Simpastatin menjadi langkah strategis untuk membenahi pengelolaan sampah secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Hari ini kita launching Simpastatin di Lubuk Pakam karena Pakam sudah berulang kali meraih Adipura. Tidak lain tidak bukan sebagai pilot project. Saya berharap ini tidak terlalu lama, satu atau dua bulan sudah bisa kita evaluasi kekurangannya. Di bulan ketiga kita sudah masuk ke kecamatan lain,” kata Bupati.

Pada program Medan Raya, Deli Serdang mengirim sekitar 300 ton sampah ke Kota Medan, sementara 500–600 ton sampah lainnya diolah sendiri.

Dengan Simpastatin, Pemkab Deli Serdang menargetkan peningkatan efektivitas pengelolaan dan layanan persampahan.

Bupati menjelaskan, Simpastatin merupakan bagian dari hulu hingga hilir Program Sampah Kelola (Sakola) yang menjadi kebijakan Pemkab Deli Serdang dalam memerangi persoalan sampah.

Program tersebut, kata Bupati, lahir dari gagasan anak muda bernama Reza, staf Dinas Lingkungan Hidup, yang kemudian dikembangkan dan diintegrasikan secara sistematis.

“Program ini sejalan dengan Sakolah. Program yang masuk dalam misi saya saat masa kampanye. Simpastatin adalah bagian hulu ke hilirnya,” tegas Bupati.

Sebelum launching, Bupati telah meninjau sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), Halte 3 di Malinda, lokasi perumahan yang telah terdata dalam barcode Simpastatin, hingga Pasar Bakaran Batu, sekaligus membuka operasional bank sampah di pasar tersebut.

“Perumahan dan industri seharusnya sudah memilah sampah dari awal. Ke depan, RSUD, Puskesmas, hingga sekolah tidak boleh lagi mencampur sampah. Ini harus menjadi budaya tertib sejak dini bagi anak-anak kita,” jelas Bupati.

Dinas Lingkungan Hidup juga harus berperan aktif untuk melakukan pengawasan rutin.

“Setiap minggu harus turun ke lapangan mengawasi jalannya program ini. Inilah program kita untuk memerangi sampah. Sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang tidak berguna,” imbau Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Deli Serdang, Rio Laka Dewa SSTP MAP menjelaskan, Lubuk Pakam menjadi pilot project dengan volume sampah mencapai 45,5 ton per hari. Pengelolaan dilakukan dengan memanfaatkan 10 amrol dan 25 becak motor (betor), dengan estimasi kemampuan melayani hingga 60 ton sampah per hari.

Diterangkan, latar belakang lahirnya Simpastatin adalah persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan secara optimal, sehingga dibutuhkan reformasi pengelolaan yang lebih adaptif.

Tujuan program tersebut antara lain memperpendek rute angkutan sampah ke lokasi pembuangan, meningkatkan efektivitas dan cakupan layanan, memperluas basis retribusi, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor persampahan, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Metode Simpastatin membuat amrol hanya mengangkut dari kecamatan ke TPA dengan peningkatan ritase dari satu menjadi dua kali, sementara betor bisa beroperasi hingga empat ritase keliling,” jelasnya.

Di Lubuk Pakam, saat ini telah tersedia enam Halte Simpastatin yang dibagi berdasarkan zona dengan mempertimbangkan kepadatan penduduk, volume sampah, dan aksesibilitas.

Seluruh petugas pengangkut sampah diwajibkan memindai barcode warga, sehingga menghasilkan data secara real time.

“Data ini terintegrasi ke dalam dashboard layanan dan menjadi dasar pengawasan serta peningkatan kualitas pelayanan ke depan,” pungkas mantan Camat Lubuk Pakam ini. (RHy).

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Camat Sinunukan, Lepas 18 Calon Jamaah Haji, Termasuk Peserta Tertua Berusia 90 Tahun.

26 April 2026 - 18:05

Camat Muhammad Zorro Berangkatkan 9 Jama’ah Calhaj Bukit Malintang dari Masjid Jami’ Baiturrahim

26 April 2026 - 17:32

Forkopimca Linggabayu Berangkatkan 13 Calon Haji, Satu Tertunda Karena Sakit

25 April 2026 - 22:10

Camat Sinunukan Lepas Keberangkatan 18 Calon Jema’ah Haji Keloter Ke-6

25 April 2026 - 15:09

Wakil Bupati Palas Pimpin Rapat Koordinasi Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Tahun 2026

24 April 2026 - 20:24

Tinjau RSUD Panyabungan, Pansus LKPJ DPRD Madina Pastikan kesiapan alkes canggih program Sihren

24 April 2026 - 19:46

Trending di Berita Daerah