Madinapos.com, Lingga Bayu – Di tengah riuh rendah sorak-sorai penonton Turnamen Sepak Bola Mahasiswa Cup I se-Pantai Barat, ada sosok yang mencuri perhatian di tengah Lapangan Hijau Desa Dalan Lidang, Jumat (16/1/2026). Ia adalah Evi Tamala Pulungan, sosok wasit perempuan yang tampil tegas memimpin jalannya pertandingan.
Kehadiran Evi di turnamen bergengsi ini menjadi warna baru sekaligus sejarah bagi perhelatan sepak bola di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal. Perempuan kelahiran 7 Oktober 1994 ini menjalankan tugasnya dengan penuh konsentrasi, mengimbangi tempo permainan cepat para mahasiswa.
Evi, yang sehari-harinya mengabdi sebagai Guru Olahraga di SDN 329 Sukadamai, Kecamatan Sinunukan, mengaku bahwa keputusannya terjun ke dunia perwasitan didasari oleh misi yang kuat. Baginya, peluit di tangan bukan sekadar alat pemberi aba-aba, melainkan simbol kesetaraan.
“Motivasi saya adalah untuk mendorong kesetaraan gender. Saya ingin membuktikan bahwasanya perempuan juga bisa menjadi pengadil di lapangan hijau dengan profesional,” ujar Evi di sela-sela kegiatannya.
Dedikasi Evi di lapangan mendapat apresiasi dari penonton dan panitia. Sebagai seorang pendidik, ia menunjukkan bahwa disiplin olahraga yang ia ajarkan di sekolah dapat diterapkan secara nyata di kompetisi resmi.
Kehadirannya diharapkan menjadi inspirasi bagi perempuan muda lainnya di Mandailing Natal untuk tidak ragu mengejar karier di bidang yang selama ini didominasi laki-laki.
Camat Lingga Bayu, Edi Ikhsan, turut mengapresiasi keberagaman dalam perangkat pertandingan ini. Ia menilai kehadiran wasit seperti Evi menambah nilai sportivitas dan profesionalisme dalam turnamen yang baru pertama kali digelar oleh mahasiswa se-Pantai Barat tersebut. (Hamzah).











